Padapada.id, Pangkalpinang – Kelangkaan BBM yang ditandai panjangnya antrian di SPBU di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi perhatian semua pihak. Menanggapi persoalan tersebut DPRD Provinsi Kepulauan Babel mengelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina serta pemerintah provinsi babel di ruang badan musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Kamis, 20 November 2025. RDP dipimpin langsung Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya.
Kepada awak media, Didit mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, bahwa kuota BBM untuk Babel mencukupi. “Namun kembali terjadi kendala karena akses pelabuhan kita terjadi cuaca ekstrem sehingga kapal-kapal pengangkut BBM lambat merapat,” ujarnya.
Sebagai solusi, DPRD Babel meminta Pertamina untuk membangun beberapa tangki tanam di wilayah Babel agar jika terjadi kendala seperti ini lagi terdapat stok BBM untuk wilayah babel.
“Tangki tanam merupakan solusi yang cepat karena kalau untuk membangun pelabuhan waktunya cukup lama apalagi kondisi sekarang, uangnya di mana,” ujarnya
Selain itu untuk mengantisipasi penggunaan BBM yang meningkat karena akan terjadi wilayah pertambangan rakyat (WPR), DPRD Babel menyarankan agar Pertamina menyediakan stasiun pengisian BBM non subsidi.
“Yang menjadi antisipasi bahwa nanti akan terjadi wilayah pertambangan rakyat rencana februari 2026 akan disetujui dan tentu penggunaan bbm bertambah,nah antisipasinya harus ada pom pengisian bbm non subsidi dan ini sebagai alternatif agar nanti tidak terjadi kelangkaan BBM,” kata dia. (*)













