Politik

Kunjungi BRIN, DPRD Babel Pelajari Pengolahan Logam Tanah Jarang

×

Kunjungi BRIN, DPRD Babel Pelajari Pengolahan Logam Tanah Jarang

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Tangerang Selatan –  Kepulauan Bangka Belitung yang dikenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia juga menyimpan potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai mineral ikutan dari aktivitas pertambangan timah. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kunjungan kerja ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, pada Kamis, 15 Januari 2025.

Ketua Pansus DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Pahlevi Syahrun, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Riset dan Inovasi Daerah, yang di dalamnya mencakup pengembangan dan pengolahan LTJ.

“Raperda ini disiapkan sebagai payung bagi peneliti di Bangka Belitung untuk melakukan riset. Kami berharap peneliti daerah dapat belajar langsung dari BRIN, khususnya terkait pengolahan Logam Tanah Jarang,” kata Pahlevi.

Menurutnya, pengolahan LTJ di Bangka Belitung perlu dioptimalkan melalui kolaborasi riset yang menghasilkan data valid, kredibel, dan akuntabel. Data tersebut dinilai penting untuk mendorong hilirisasi industri LTJ dan menarik investasi ke daerah.

“Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan, peneliti daerah mendapatkan supervisi yang baik, serta basis data LTJ di Bangka Belitung semakin kuat sehingga mampu menarik minat investor,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Laboratorium Mekanika Material dan Struktur BRIN, Mustasyar Perkasa, menjelaskan bahwa KST B.J. Habibie Serpong menaungi lima Organisasi Riset, 42 Pusat Riset, serta sepuluh laboratorium keteknikan yang mendukung kegiatan riset dan layanan pengujian.

“BRIN memiliki fasilitas laboratorium yang dapat dimanfaatkan oleh internal maupun eksternal. Di kawasan ini juga terdapat Laboratorium Radiasi yang berkaitan dengan pengolahan monasit,” jelas Mustasyar.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN, Kurnia Setiawan Widana, mengungkapkan bahwa BRIN memiliki fasilitas pengolahan LTJ di KST G.A. Siwabessy, Pasar Jumat, Jakarta.

“BRIN mengoperasikan Pilot Plant PLUTHO, yang merupakan pilot plant terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas ini pernah mengolah monasit menjadi konsentrat LTJ, yang hasilnya telah digunakan sebagai material penyerap pada cat anti radar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2020–2024 BRIN telah menguasai teknologi hidrometalurgi LTJ sehingga mampu memisahkan LTJ hingga menjadi konsentrat hidroksida dan oksida, dengan kapasitas pengolahan 50 kilogram per batch menggunakan monasit berkadar 85 persen.

“Target BRIN pada 2035 adalah menghasilkan LTJ untuk kebutuhan komponen elektronika dan bahan bakar nuklir, sebut Kurnia.

Sementara itu Peneliti Ahli Madya PRTBNLR BRIN lainnya, I Gde Sukadana, menjelaskan bahwa kolaborasi riset antara BRIN dan pemerintah daerah dapat dilakukan di tingkat provinsi maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Melalui program SDM moving, pemerintah daerah dapat mengajukan periset BRIN untuk membantu kegiatan riset di daerah melalui skema perjanjian kerja sama dengan pusat riset atau organisasi riset di BRIN,” ujarnya. (msb/ed:trs)