Politik

Bicara di UGM, Bambang Patijaya Tegaskan Energi Nuklir Strategis, Tapi Jangan Gegabah

×

Bicara di UGM, Bambang Patijaya Tegaskan Energi Nuklir Strategis, Tapi Jangan Gegabah

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Yogyakarta — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengingatkan bahwa ambisi Indonesia memasukkan energi nuklir ke dalam bauran energi nasional tidak bisa dijalankan setengah hati. Ia menegaskan, kesiapan yang dibutuhkan bersifat menyeluruh, melampaui sekadar penguasaan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan dalam UGM Nuclear Readiness Forum 2026, Rabu, 23 April 2026, yang membahas arah strategi Indonesia di tengah tekanan transisi energi global.

Bambang Patijaya menyoroti lonjakan kebutuhan energi nasional yang terus dipacu oleh pertumbuhan ekonomi dan ekspansi industri. Dalam situasi tersebut, menurutnya, Indonesia tidak punya banyak pilihan selain mulai membuka ruang bagi energi berdaya besar, rendah emisi, dan berkelanjutan, termasuk nuklir.

“Nuklir bukan lagi sekadar wacana, tetapi opsi strategis yang harus dipertimbangkan secara serius,” tegas tokoh politik nasional asal Bangka Belitung, ini.

Ia menilai, keunggulan nuklir dalam menghasilkan energi skala besar sekaligus menekan emisi karbon menjadikannya relevan dalam peta energi masa depan. Namun, Bambang Patijaya mengingatkan, potensi besar itu datang dengan konsekuensi kesiapan yang tidak sederhana.

“Persoalannya bukan hanya soal teknologi. Ini soal regulasi, kelembagaan, SDM, hingga satu hal krusial, kepercayaan publik,” ujarnya.

Karena itu, pemilik nama sapaan BPJ ini menolak pendekatan tergesa-gesa dalam pengembangan energi nuklir. Seluruh proses, kata dia, harus berbasis kajian mendalam, pengawasan ketat, serta standar keselamatan internasional yang tidak bisa ditawar.

Forum yang dihadiri kalangan akademisi, peneliti, hingga praktisi energi ini juga menegaskan posisi Indonesia yang masih berada di persimpangan: antara kebutuhan energi yang terus meningkat dan kehati-hatian dalam memilih sumber energi masa depan.

Kehadiran Bambang Patijaya mencerminkan sinyal kuat dari parlemen bahwa arah kebijakan energi nasional harus disusun secara lebih visioner, namun tetap berpijak pada landasan ilmiah.

Ia pun menutup dengan pesan tegas: tanpa kolaborasi lintas sektor dan keberanian mengambil keputusan strategis, target kemandirian energi hanya akan menjadi ambisi di atas kertas.

“Indonesia tidak boleh ragu menatap masa depan energi. Tapi keberanian itu harus dibangun di atas perencanaan yang matang dan kerja bersama,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)