Serba-serbi

Hadir di Wisuda TPA, Prof Udin Tegaskan Anak Pintar Saja Tak Cukup, Akhlak Harus Jadi Pondasi

×

Hadir di Wisuda TPA, Prof Udin Tegaskan Anak Pintar Saja Tak Cukup, Akhlak Harus Jadi Pondasi

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau Prof Udin, melontarkan pesan tegas di hadapan ratusan santri TPA yang diwisuda BKPRMI se-Kota Pangkalpinang, Minggu (10/5/2026). Di tengah arus zaman yang makin liar dan anak-anak yang kian akrab dengan gawai dibanding kitab suci, Prof Udin menegaskan pendidikan Al-Qur’an tak boleh kalah oleh teknologi.

Wisuda santri yang berlangsung selama dua hari dengan empat sesi itu menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memperkuat pendidikan agama sejak usia dini.

“Saya mendapat laporan dari Ketua BKPRMI, kegiatan ini sudah berjalan dua hari dengan empat sesi. Ini menunjukkan semangat orang tua dan anak-anak untuk belajar Al-Qur’an masih sangat besar,” ujar Prof Udin.

Namun bagi Prof Udin, wisuda bukan sekadar seremoni memakai toga dan menerima piagam. Lebih dari itu, TPA disebut sebagai benteng terakhir pembentukan akhlak generasi muda.

Ia menegaskan, kecerdasan anak tak cukup hanya diukur dari nilai sekolah atau kemampuan logika semata. Menurutnya, generasi hebat harus punya adab, moral, dan spiritual yang kuat.

“Al-Qur’an mengajarkan bahwa kecerdasan bukan hanya soal berpikir dan logika. Anak-anak juga harus punya kecerdasan spiritual, adab, dan akhlak yang baik. Kalau pintar tapi tak punya adab, itu berbahaya,” tegasnya.

Di hadapan wali santri dan para ustaz-ustazah, Prof Udin juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi remaja saat ini yang dinilai mulai jauh dari masjid dan pendidikan agama.

Karena itu, Pemkot Pangkalpinang mulai menyiapkan program lanjutan bagi anak-anak yang sudah masuk SMP. Program tersebut dirancang agar para pelajar tetap dekat dengan masjid dan tidak larut dalam pergaulan bebas maupun kecanduan gadget.

“Kami sudah bicara dengan BKPRMI. Insyaallah tahun 2027 nanti ada lanjutan program untuk anak-anak SMP,” katanya.

Bahkan, Prof Udin secara terang-terangan ingin masjid kembali hidup oleh aktivitas remaja setiap malam.

“Anak-anak SMP nanti wajib berada di masjid mulai menjelang Magrib sampai selesai Isya untuk belajar mengaji dan bahasa Arab. Jadi masjid-masjid kita jangan kosong, tapi dipenuhi anak-anak muda,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada BKPRMI serta para ustaz dan ustazah yang selama ini konsistendalam menjaga akhlak generasi muda di Pangkalpinang.

“Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami berterima kasih kepada BKPRMI, ustaz dan ustazah yang sudah sabar membimbing anak-anak kita sampai diwisuda hari ini,” ujarnya. (*)