Padapada.id, PANGKALPINANG — Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) untuk meningkatkan ketersediaan stok darah. Langkah itu dilakukan karena persediaan darah, terutama golongan A, B, dan AB, masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Hisar Mangoloi mengatakan kebutuhan darah di Pangkalpinang terus meningkat, sementara jumlah pendonor aktif masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena darah dibutuhkan untuk penanganan pasien yang menjalani tindakan medis maupun keadaan darurat.
“Persediaan darah di Pangkalpinang memang masih terbatas. Karena itu kami bekerja sama dengan PMI untuk mendorong peningkatan donor darah di masyarakat,” kata Hisar.
Untuk menambah stok darah, Dinkes akan membuka layanan donor darah dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak warga. Strategi ini diharapkan memudahkan masyarakat mendonorkan darah sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya donor darah sukarela.
Salah satu agenda yang akan dimanfaatkan adalah kegiatan sunatan massal pada 22 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dinkes bersama PMI akan membuka pos donor darah bagi masyarakat.
“Kami mencoba menyelipkan kegiatan donor darah dalam berbagai agenda masyarakat. Jadi saat ada kegiatan yang melibatkan banyak orang, kami hadirkan juga layanan donor darah,” ujarnya.
Selain layanan donor darah, Dinkes berencana menghadirkan berbagai layanan kesehatan lain agar manfaat kegiatan bagi masyarakat menjadi lebih luas.
Hisar berharap kolaborasi dengan PMI dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di Pangkalpinang yang terus meningkat. Ia juga mengajak masyarakat menjadi pendonor darah secara rutin.
“Kebutuhan darah cukup tinggi, sementara persediaan masih terbatas. Karena itu kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi menjadi pendonor darah,” katanya. (*)













