Padapada.id, JAKARTA — Ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 tidak hanya menjadi arena adu kecepatan para pelari, tetapi juga panggung berkembangnya budaya lari dan sport tourism di Indonesia.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga endurance, KALBE Consumer Health melalui EJ Sport kembali mengambil bagian sebagai Official Sports Nutrition sekaligus 10K Presenting Partner dalam ajang tersebut. Keterlibatan ini menjadi kali kedua EJ Sport hadir setelah sebelumnya ikut mendukung penyelenggaraan JAKIM pada 2024.
Pada tahun ini, kategori lari 10 kilometer secara resmi menggunakan nama “EJ Sport 10K”. Penamaan tersebut menandai semakin kuatnya keterlibatan EJ Sport dalam ekosistem lari, terutama dalam mendukung kebutuhan nutrisi para pelari.
Group Head of Marketing & Media Activation KALBE Consumer Health, Arwin Nugraha Hutasoit, mengatakan kehadiran EJ Sport bukan sekadar bentuk dukungan terhadap sebuah kompetisi, melainkan bagian dari upaya menjaga kesiapan pelari selama berlomba.
“Sebagai official sports nutrition, kami ingin membantu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh saat menjalani olahraga road race yang cukup berat. Harapannya, para pelari bisa finish strong, healthy, and happy serta menjadikan BTN JAKIM 2026 sebagai pengalaman positif yang berkesan,” ujar Arwin, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 15 Juni 2026.
BTN JAKIM 2026 berlangsung pada 13–14 Juni 2026 dan telah memperoleh Elite Label dari World Athletics. Ajang ini diikuti 45.500 pelari, termasuk lebih dari 1.000 peserta internasional dari 46 negara.
Skala kompetisi tersebut membuat aspek persiapan fisik dan nutrisi menjadi perhatian. Dalam olahraga lari jarak menengah hingga panjang seperti 10K, half marathon, dan marathon, tubuh membutuhkan pasokan energi yang cukup agar performa tetap terjaga.
Ketika cadangan energi mulai berkurang, pelari dapat mengalami penurunan stamina hingga kelelahan lebih cepat. Karena itu, strategi nutrisi selama perlombaan menjadi bagian penting dalam persiapan banyak pelari.
Salah satu asupan yang banyak digunakan adalah energy gel, sumber energi praktis yang membantu memberikan tambahan karbohidrat saat aktivitas berlangsung. Dalam rangkaian BTN JAKIM 2026, KALBE Consumer Health mendistribusikan lebih dari 100 ribu produk nutrisi EJ Sport sejak Race Expo di Balai Kartini hingga pos nutrisi di sepanjang jalur lomba.
EJ Sport merupakan produk sport nutrition lokal berbentuk energy gel yang dikembangkan KALBE Consumer Health. Produk ini digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelari rekreasional hingga komunitas lari urban.
Keterlibatan tersebut juga diperkuat melalui komunitas training EJ Run Lab yang melibatkan sejumlah brand ambassador, termasuk dr. Tirta, Fahril Nur, Sabian Tama, dan nama lainnya. Mereka turut berperan sebagai pacer untuk membantu pelari mencapai target terbaiknya.
Dalam setiap sachet 50 ml, EJ Sport mengandung sekitar 120–140 kilokalori energi dari 30 gram karbohidrat fungsional. Formulanya menggunakan kombinasi maltodekstrin dan dekstrosa untuk membantu menyediakan energi selama aktivitas fisik.
Selain itu, EJ Sport dilengkapi L-Carnitine serta vitamin B3, B5, dan B6 yang mendukung metabolisme energi tubuh saat berolahraga.
Arwin menjelaskan, kebutuhan nutrisi tambahan menjadi semakin penting pada olahraga endurance karena tubuh mengalami penggunaan energi dalam jumlah besar.
“Pada marathon, half marathon, maupun 10K, tubuh membutuhkan strategi energi agar pelari bisa menjaga stamina sampai garis finis,” kata dia.
Menurut dia, energy gel umumnya dapat dikonsumsi sekitar 15 menit sebelum perlombaan dan dilanjutkan setiap 45–60 menit selama aktivitas berlangsung, menyesuaikan intensitas dan durasi olahraga.
Bersamaan dengan pertumbuhan komunitas lari, kebutuhan terhadap sport nutrition juga mulai bergeser. Nutrisi olahraga tidak lagi hanya menjadi kebutuhan atlet profesional, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup aktif masyarakat.
Melalui BTN JAKIM 2026, EJ Sport ingin mengambil peran dalam membangun kesadaran bahwa performa olahraga tidak hanya ditentukan latihan, tetapi juga kesiapan tubuh dan strategi nutrisi. (*)













