Politik

Bambang Patijaya Sebut Indonesia Terdepan dalam Transisi Energi Lewat B50

×

Bambang Patijaya Sebut Indonesia Terdepan dalam Transisi Energi Lewat B50

Sebarkan artikel ini
Sumber: Tangkapan layar CNBC Indonesia.

Padapada.id, JAKARTA – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut Indonesia berhasil mengambil posisi penting dalam peta transisi energi dunia setelah pemerintah mulai menerapkan program biodiesel B50 pada 1 Juli 2026.

Menurut Bambang Patijaya, kebijakan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit ke dalam solar menjadi langkah besar karena Indonesia menjadi negara yang mampu mengembangkan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri dalam skala nasional.

“Ini luar biasa. Tidak ada satu negara di dunia pun yang hari ini melaksanakan itu,” ujarnya, dalam Energy Forum yang berlangsung Kamis, 25 Juni 2026 di Jakarta.

Tokoh politik nasional asal Bangka Belitung ini menilai penerapan B50 menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna energi, tetapi juga mampu membangun strategi kemandirian energi melalui komoditas yang dimiliki sendiri. Program tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa sumber daya nabati bisa menjadi bagian penting dari transisi energi.

Ia membandingkan langkah Indonesia dengan Malaysia yang juga merupakan produsen minyak sawit. Menurut Bambang Patijaya, Malaysia saat ini masih menjalankan program biodiesel pada level B10 dan baru menyiapkan peningkatan menuju B20.

“Indonesia sudah melangkah jauh,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang Patijaya mengingatkan bahwa penerapan B50 memiliki tantangan yang tidak kecil. Indonesia memiliki skala kebutuhan energi yang jauh lebih besar dibanding negara lain sehingga membutuhkan kesiapan produksi, distribusi, dan pengawasan agar program berjalan optimal.

Dikatakannya, capaian tersebut turut memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menyebut laporan JP Morgan yang menempatkan ketahanan energi Indonesia di posisi kedua terbaik dari 52 negara sebagai salah satu indikator bahwa kebijakan energi nasional mulai mendapat perhatian.

Komisi XII DPR RI, kata Bambang Patijaya, akan terus mendukung langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional. Ia berharap program B50 tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi menjadi fondasi menuju sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Yang penting sekarang memastikan pelaksanaannya konsisten dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)