Serba-serbi

Pangkalpinang di Tengah Tekanan Fiskal, Wali Kota Bicara Evaluasi dan Kolaborasi

×

Pangkalpinang di Tengah Tekanan Fiskal, Wali Kota Bicara Evaluasi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menghadapi tantangan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menilai evaluasi kinerja dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pemerintah dan pelayanan publik tetap berjalan.

Saparudin menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan nganggung di Aula Kantor Kecamatan Rangkui, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang sekaligus merefleksikan satu tahun masa kerja Saparudin bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.

Saparudin, yang akrab disapa Udin, mengatakan keterbatasan anggaran menuntut pemerintah daerah mencari cara agar pembangunan tetap berjalan. Ia menyebut kemampuan anggaran daerah turun dari sekitar Rp 1 triliun menjadi lebih dari Rp 800 miliar pada 2025.

Di sisi lain, pemerintah harus memenuhi berbagai kebutuhan belanja, termasuk pembayaran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dan mencari dukungan dari berbagai pihak.

“Walaupun dengan keterbatasan fiskal pada 2025 lalu, kami menjalankan program pemerintahan dengan slogan gotong royong. Kegiatan yang dibantu dan didanai para pemangku kepentingan membuat program kita bisa terlaksana,” kata Saparudin.

Menurut dia, gotong royong tidak hanya menjadi tradisi sosial masyarakat, tetapi juga pendekatan untuk menjalankan pembangunan ketika kemampuan keuangan daerah terbatas. Keterlibatan pemangku kepentingan diharapkan membantu pemerintah mempertahankan pelaksanaan program yang dibutuhkan masyarakat.

Saparudin juga berharap sebagian pembiayaan gaji PPPK dan PPPK paruh waktu pada 2027 mendapat dukungan pemerintah pusat. Dukungan tersebut, menurut dia, dapat membantu mengurangi beban keuangan daerah.

Selain kolaborasi, Saparudin menekankan pentingnya evaluasi kinerja secara berkala. Ia mengaku telah meminta jajaran asisten menggelar rapat evaluasi setiap tanggal 15 selama masa kepemimpinannya.

“Saya sudah sampaikan kepada asisten, setiap tanggal 15 selama kepemimpinan kami agar diadakan rapat untuk mengevaluasi kinerja. Ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi budaya kerja hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Dengan begitu, pelaksanaan program dapat dipantau secara berkala, sementara kekurangan dalam pelayanan publik dan koordinasi antarperangkat daerah dapat segera diperbaiki.

Bagi Saparudin, evaluasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia mendorong aparatur sipil negara memberikan pelayanan yang lebih profesional, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Pesan evaluasi dan kolaborasi itu disampaikan bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Saparudin-Dessy Ayutrisna. Momentum tersebut, menurut dia, perlu dimanfaatkan untuk menilai perjalanan pemerintahan dan merumuskan perbaikan ke depan.

Dalam kesempatan itu, Saparudin juga mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan melalui tradisi nganggung. Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga. Ia pun meminta maaf karena selama setahun terakhir belum dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat sesering yang diharapkan.

“Momentum nganggung hari ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersilaturahmi,” katanya.

Saparudin turut mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga sejarah dan mendukung perkembangan Pangkalpinang. Ia menyebut kawasan sekitar Gang Keribik hingga Masjid Jami sebagai bagian dari kawasan awal perkembangan kota, sebelum permukiman dan aktivitas masyarakat meluas ke wilayah lain, termasuk Jalan Trem.

Menurut dia, perjalanan sejarah kota menjadi pengingat bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Ini tugas kita semua sebagai warga Kota Pangkalpinang, apa pun profesinya, untuk menjadikan Pangkalpinang sebagai kota yang aman, nyaman, dan masyarakatnya sejahtera,” ujar Saparudin.

Ia berharap setiap kecamatan memperkuat sinergi, mengembangkan inovasi, dan menghadirkan kreativitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan keterlibatan pemerintah, warga, dan pemangku kepentingan lainnya, ia optimistis Pangkalpinang dapat terus berkembang meski menghadapi keterbatasan anggaran.

Kegiatan nganggung di Kecamatan Rangkui itu dihadiri jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, pelaksana tugas Camat Rangkui, para lurah se-Kecamatan Rangkui, Kapolsek Bukitintan, pegawai kecamatan, serta masyarakat setempat. (*)