BeritaSerba-serbi

Festival Ekraf 2025, Momentum Untuk Menggeliatkan Ekonomi Kota Pangkalpinang

×

Festival Ekraf 2025, Momentum Untuk Menggeliatkan Ekonomi Kota Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
IMG_20250509_163841_copy_729x547
IMG_20250509_162900_copy_729x547
IMG_20250509_162836_copy_512x384

Padapada.id, Pangkalpinang – Gagasan mengenai kota kreatif dilatarbelakangi adanya permasalahan kota pada era globalisasi. Kota tidak bisa hanya mengandalkan insentif ekonomi dari pusat. Kota harus mampu menghasilkan pendapatan sendiri berdasarkan kreatifitas dari dalam kota itu sendiri.

Pernyataan demikian ditekankan Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang mewakili Penjabat Wali Kota ketika membuka Festival Semarak Ekraf Kota Pangkalpinang 2025, Jumat, Mei 2025, di Alun-alun Taman Merdeka.

“Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan kota dalam era globalisasi adalah dengan cara membuat kota lebih atraktif,” ujar Juhaini.

Direktur Fashion Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Rohani Astuti memukul gong tanda dibukanya Festival Ekraf Kota Pangkalpinang 2025.

Festival Semarak Ekraf Kota Pangkalpinang 2025, berlangsung selama 2 hari, Jumat-Sabtu. Juhaini berharap, festival ini menjadi pendukung untuk menumbuhkan semakin banyaknya usaha berbasis ekonomi kreatif yang berkembang di Kota Pangkalpinang.

“Diharapkan dapat berimplikasi pada lapangan pekerjaan yang semakin luas, sehingga mampu memberikan sumbangsih nyata terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pangkalpinang,” ujar Juhaini.

Direktur Fashion Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Rohani Astuti yang hadir membuka acara, mendukung dan mengapresiasi atas hadirnya Festival Semarak Ekraf Kota Pangkalpinang 2025.

“Ini momentum untuk menggeliatkan ekonomi di Kota Pangkalpinang. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang atas hadirnya festival ini,” ujarnya.

Secara khusus, Rohani juga memuji tema ‘Sikok Pangkalpinang Segale Kreasi’ yang diketengahkan pada festival ekraf ini.

“Tema ini merupakan simbol kolektif semangat. Kata sikok yang berarti satu, menyiratkan kita semua untuk bersatu dalam kesatuan, semangat bergotong-royong dan semangat berkarya,” ujar dia.

Kota Pangkalpinang yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif dengan produk unggulannya sektor kuliner berupa otak-otak, dikatakannya menjadi semacam pengakuan akan keunggulan.

Warga berbelanja di salah satu stand peserta Festival Ekraf Kota Pangkalpinang 2025.

“Penetapan ini bukan hanya penghargaan tetapi juga tantangan dan peluang. Kuliner tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk ekonomi yang bernilai tinggi yang memperkuat jatidiri daerah,” demikian kata Direktur Fashion Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Rohani Astuti. (*)