Padapada.id, Pangkalpinang — Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bangka untuk memperkuat edukasi ketenagalistrikan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan bertajuk Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Sekitar Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Pengenalan Gardu Induk dalam Sistem Kelistrikan Bangka Belitung, PLN mengajak 25 mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung (UBB) mengenal lebih dekat infrastruktur kelistrikan.
Kegiatan yang berlangsung di Gardu Induk Air Anyir itu tidak hanya memperkenalkan sistem transmisi tenaga listrik, tetapi juga menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik bertegangan tinggi.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri, mengatakan penguatan literasi energi bagi generasi muda merupakan bagian dari upaya PLN membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan.
“PLN tidak hanya bertugas menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memiliki peran edukasi agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus perlu memiliki pemahaman terhadap sistem listrik sekaligus dapat berkontribusi dalam pembangunan energi nasional,” ujar Ira, dalam keterangannya, Jumat, 11 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan fungsi gardu induk sebagai pusat pengaturan, pengamanan, pengukuran, hingga penyaluran energi listrik. Mereka juga melihat langsung sejumlah peralatan utama, mulai dari transformator daya, circuit breaker, disconnecting switch, current transformer, hingga sistem proteksi jaringan.
Selain memahami fungsi peralatan, mahasiswa mendapat penjelasan terkait potensi risiko di sekitar SUTT 150 kV. PLN mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu jaringan transmisi, seperti mendirikan bangunan di area terlarang, membakar lahan, menerbangkan layang-layang, maupun menanam pohon yang berpotensi menyentuh jaringan listrik.
Manager PLN ULTG Bangka, Teddy Maradona, menilai keterlibatan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keselamatan listrik.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi penyambung informasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan di sekitar instalasi listrik,” kata Teddy.
Dosen Program Studi Teknik Elektro UBB, Wahri Sunanda, mengapresiasi langkah PLN yang memberikan kesempatan mahasiswa melihat langsung penerapan sistem kelistrikan di lapangan.
Menurut dia, kunjungan tersebut membantu mahasiswa menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik industri, terutama terkait sistem transmisi, gardu induk, serta standar keselamatan kerja.
“Pengalaman langsung seperti ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat bagaimana sistem kelistrikan dikelola dengan mengutamakan keandalan dan keselamatan,” ujar Wahri.
Melalui kegiatan tersebut, PLN menegaskan komitmennya membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan. Semangat Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa pembangunan sektor energi membutuhkan kerja bersama antara industri, akademisi, dan masyarakat. (*)













