Padapada.id, PANGKALPINANG — Lapangan Tenis Bukit Baru, Pangkalpinang, akan menjadi arena pertemuan petenis dari sejumlah daerah di Sumatera dan Malaysia. Pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Kota Pangkalpinang menyiapkan Kejuaraan Tenis Regional Sumatera dan Malaysia pada 8-11 Oktober 2026.
Kejuaraan ini terbuka bagi petenis dari berbagai daerah di Sumatera. Panitia juga mengundang petenis senior dari Malaysia untuk ambil bagian dalam pertandingan yang memadukan kompetisi dan silaturahmi tersebut.
Ketua Pengkot PELTI Pangkalpinang Tobii mengatakan panitia menyiapkan tiga kategori pertandingan berdasarkan kelompok usia. Untuk peserta lokal Bangka Belitung, tersedia nomor ganda campuran Kelompok Usia 95. Adapun peserta regional Sumatera dan Malaysia akan bertanding pada nomor ganda KU 100 dan ganda putra KU 120.
Dalam kategori KU 100, salah satu pemain dalam pasangan minimal berusia 45 tahun. Sementara pada KU 120, salah satu pemain harus berusia sedikitnya 55 tahun.
“Sistem ini membuat petenis dengan usia berbeda tetap bisa berpasangan dan bertanding secara adil,” kata Tobii, yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan, dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Tobii, kejuaraan tersebut bukan semata arena mengejar kemenangan. Pertandingan ini, kata dia, menjadi wadah bagi petenis dewasa dan senior untuk tetap aktif berkompetisi sekaligus menjaga kebugaran.
“Kita menyadari penting sekali menjaga kebugaran. Ini ajang silaturahmi untuk memperkuat jejaring pertemanan sesama pencinta tenis di Sumatera dan tetangga kita dari Negeri Jiran,” ujarnya.
Dari Malaysia, sebanyak empat petenis senior sejauh ini telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti kejuaraan. Kehadiran mereka, menurut Tobii, akan memberikan warna tersendiri bagi pertandingan.
“Tentu saja, karena ada petenis dari negara tetangga akan menambah iklim kompetitif dalam kejuaraan. Pastinya akan lebih seru,” kata dia.
Tobii juga melihat kejuaraan tersebut sebagai bagian dari dukungan komunitas tenis terhadap sektor pariwisata Pangkalpinang. Kehadiran peserta dari luar daerah dan luar negeri dinilai dapat membawa serta keluarga mereka sehingga memberi peluang bagi aktivitas wisata di kota itu.
“Kalau di pariwisata ada istilah MICE atau meeting, incentive, convention, exhibition. Nah, kejuaraan tenis yang kita hadirkan ini menjadi salah satu bentuk dukungan kita bagi geliat pariwisata di sini,” ujarnya.
Menurut dia, peserta dari luar kota dan negara tetangga tidak hanya datang untuk bertanding. Mereka juga berpotensi menghabiskan waktu untuk mengenal Pangkalpinang dan destinasi wisata di sekitarnya.
“Ramainya peserta dari luar kota dan negara tetangga beserta keluarganya dapat menjadi unsur penarik bagi mereka untuk sambil berwisata mengenal kota ini lebih lanjut,” kata Tobii.
Bagi petenis yang mau berpartisipasi, Tobii mengatakan panitia membuka pendaftaran hingga 7 Oktober 2026. “Silakan hubungi panitia,” ujar dia. (*)













