Serba-serbi

Job Fair Pangkalpinang Buka Akses Kerja bagi Lulusan Baru, Pemkot Siapkan 11 Paket Pelatihan

×

Job Fair Pangkalpinang Buka Akses Kerja bagi Lulusan Baru, Pemkot Siapkan 11 Paket Pelatihan

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, PANGKALPINANG — Lulusan baru kerap menghadapi persoalan yang sama saat memasuki dunia kerja, mencari perusahaan yang membutuhkan tenaga sesuai kualifikasi mereka. Pemerintah Kota Pangkalpinang mencoba memangkas proses itu melalui bursa kerja atau job fair yang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dalam satu lokasi.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang tersebut berlangsung di aula Kampus Institut Sains dan Bisnis Atmaluhur, Rabu, 14 Oktober 2026. Bursa kerja ini menyasar pencari kerja, terutama lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan job fair memungkinkan para lulusan berkomunikasi langsung dengan sejumlah perusahaan tanpa harus mendatangi atau melamar ke setiap perusahaan secara terpisah.

“Adanya job fair ini memberi kesempatan kepada lulusan-lulusan perguruan tinggi, baik juga tamat SMK, untuk bisa berkomunikasi dengan perusahaan di tempat ini. Karena kalau dia nyari satu-satu kan butuh waktu,” kata Saparudin.

Menurut dia, bursa kerja tidak hanya menjadi tempat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Kegiatan tersebut juga membantu pemerintah memetakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan permintaan langsung dari dunia usaha.

Saparudin mencontohkan permintaan tenaga operator crane dari sebuah perusahaan pelayaran yang terungkap dalam kegiatan itu. Informasi tersebut, kata dia, dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyiapkan pelatihan sesuai kebutuhan industri.

“Ternyata dengan adanya pameran ini kita tahu perusahaan-perusahaan ternyata butuh ini, butuh ini. Seperti tadi disampaikan, ‘Pak, kami perlu operator crane.’ Nah, artinya kami tadi sudah sampaikan ke balai ketenagakerjaan, ada enggak pelatihan operator crane? Ada katanya. Sudah, nanti kita laksanakan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan Balai Ketenagakerjaan telah menyiapkan 11 paket pelatihan kerja. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pencari kerja sekaligus mempertemukan kompetensi mereka dengan kebutuhan perusahaan.

Lowongan dalam job fair ini berasal dari sejumlah sektor, antara lain perhotelan, pendidikan, perbankan, ritel, makanan, dan pelayaran. Beberapa instansi bahkan membuka lowongan hingga 40 orang.

Selain mendorong penyerapan tenaga kerja, Saparudin meminta perusahaan memberikan kesempatan yang setara kepada penyandang disabilitas. Menurut dia, kelompok tersebut perlu memperoleh porsi dalam rekrutmen tenaga kerja di perusahaan-perusahaan di Pangkalpinang.

“Harapan kita kepada perusahaan-perusahaan, terutama di Pangkalpinang, untuk bisa menerima lulusan-lulusan para pencari kerja dari disabilitas. Dan kita minta para disabilitas ini diberikan porsi untuk bisa bekerja di perusahaan-perusahaan,” kata dia.

Peluang kerja yang ditawarkan pemerintah kota juga mencakup penempatan tenaga kerja ke Jepang. Program rekrutmen tersebut disertai pembekalan bahasa dan keterampilan teknis sebelum peserta diberangkatkan.

Saparudin mengatakan peserta akan menjalani pelatihan bahasa Jepang dan kompetensi teknis yang dibutuhkan selama enam bulan, dilanjutkan dengan masa tinggal di asrama selama enam bulan.

“Yang ke Jepang lagi rekrutmen. Nanti mereka ada pelatihan bahasa Jepang, kemudian juga pelatihan teknis kompetensi yang diperlukan di Jepang selama enam bulan dan enam bulan juga di asrama,” ujarnya.

Melalui bursa kerja, pelatihan berbasis kebutuhan industri, dan peluang penempatan di luar negeri, pemerintah kota berupaya memperluas akses pencari kerja terhadap lapangan pekerjaan. Namun, efektivitas program tersebut pada akhirnya bergantung pada kesesuaian keterampilan peserta dengan kebutuhan perusahaan serta jumlah tenaga kerja yang benar-benar terserap. (*)