Hukrim

Dibuka Kapolda Babel, Kejuaraan Taekwondo Bhayangkara Presisi 2025 Disambut Antusias  Atlet dan Para Orangtua

×

Dibuka Kapolda Babel, Kejuaraan Taekwondo Bhayangkara Presisi 2025 Disambut Antusias  Atlet dan Para Orangtua

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, ‎PANGKALPINANG – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Inspektur Jenderal Hendro Pandowo secara resmi membuka Kejuaraan Taekwondo Bhayangkara Presisi 2025, di GOR Shahabuddin Pangkalpinang.

Diikuti sebanyak 475 atlet dari 25 klub taekwondo se-Bangka Belitung, kejuaraan ini berlangsung mulai Sabtu hingga Minggu, 28-29 Juni 2025. Kejuaraan memperebutkan piala Kapolda Babel Cup 2025.

Menjadi rangkaian dari HUT Bhayangkara ke-79, kejuaraan taekwondo yang dihadirkan Polda Babel ini menjadi ajang untuk mencari bibit unggul taekwondoin di Bangka Belitung.

“Kegiatan olahraga terakhir yang kami laksanakan dari sebelumnya 11 olahraga cabang telah kita pertandingkan. Ini juga bagian dari 43 kegiatan yang dilakukan Polda Babel tentu dengan puncak kegiatan HUT Bhayangkara ke-79 nanti pada 1 Juli mendatang,” ujar Kapolda.

Kapolda berharap dengan kejuaraan ini dapat memunculkan bibit-bibit unggul generasi baru dalam memajukan prestasi olahraga di Bangka Belitung.

‎”Kita juga sudah punya 2 atlet internasional di sini, tentu ini juga menjadi pemicu atlet lain untuk bisa berkembang lebih baik lagi, dengan harapan anak muda di Bangka Belitung bisa berkembang cepat,” ujar Kapolda.

Kejuaraan taekwondo ini mendapat animo yang bagus dari seluruh atlet dan penggemar olahraga taekwondo. Bahkan, para orangtua turut beramai-ramai datang ke GOR Shahabuddin untuk menyaksikan dan mendukung anak-anaknya bertanding.

Alhamdulillah, hari ini bisa menemani anak saya bertanding taekwondo. Terima kasih Pak Kapolda atas hadirnya kejuaraan ini,” ujar Imam, salah seorang penonton.

Ketua panitian kejuaraan, Sabeum-nim (사범님) Husni Apriansyah juga berterima kasih kepada Polda Babel atas terselenggaranya kejuaraan taekwondo yang mempertandingkan dua nomor, kyorugi atau nomor tarung dan poomsae atau nomor seni.

“Kita berharap kejuaraan ini terus berkelanjutan. Atlet-atlet
nantinya bisa terus berprestasi nantinya, bisa mewakili Bangka Belitung dan mungkin bahkan Indonesia di masa mendatang,” ujarnya. (*)