Serba-serbi

Cerita Sukirman: Diwariskan Defisit Tinggi tapi Mampu Berobat Gratis tanpa Potong TPP PNS

×

Cerita Sukirman: Diwariskan Defisit Tinggi tapi Mampu Berobat Gratis tanpa Potong TPP PNS

Sebarkan artikel ini

PADAPADA.ID, BANGKA BARAT – Persoalan utang daerah belum selesai. Kali ini mantan Bupati Bangka Barat (Babar) pada rezim sebelumnya, Sukirman juga buka bicara.

Ia menceritakan, bersama Bong Ming Ming pernah melanjutkan peralihan kepemimpinan dari Bupati Markus. Lalu, kemudian Markus melanjutkan kepemimpinan dari rezimnya.

“Entah saya dulu menyalahkan apa tidak, ketika melanjutkan dalam keadaan defisit yang cukup tinggi. Kalau dak salah tembus di atas Rp150 miliar,” katanya, Rabu (9/7/2025).

Saat itu, Sukirman harus menyelesaikan tugas yang belum rampung dan menata dengan bijak keuangan daerah untuk memperbaiki defisit sembari meningkatkan PAD.

“Risiko kita sebagai pemimpin punya seni menata pemerintahan ini dengan cara dan gaya masing-masing,” katanya kepada PADAPADA.ID via pesan singkat WhatsApp.

Target berobat gratis dalam 100 hari kerja harus mencapai UHC dengan kondisi defisit anggaran yang cukup tinggi mampu dipenuhi Sukirman dan Bong Ming Ming.

“Berobat gratis tak pandang bulu, juga tidak ganggu TPP, tapi dengan kebijakan pusat,” katanya.

Lalu, dengan dialihkannya kepemimpinan ke Markus dan Yusderahman. Sukirman menjelaskan bahwa Bupati Markus tentu mempunyai gaya kepemimpinannya sendiri.

“Mau pangkas TPP, mau hapus berobat gratis itu hak Beliau, silahkan. kami sebagai teman sekaligus masyarakat, terima dan dukung apapun kebijakan beliau yang baik,” katanya.

Disela-sela cerita itu, Sukirman menyelipkan doa agar Bangka Barat kompak selalu dan tambah maju di bawah kepemimpinan Markus dan Yusderahman.

SEPRI SUMARTONO