PADAPADA.ID, BANGKA BARAT – Lahan hutan lindung di dekat lingkungan kompleks perkantoran Pemkab Bangka Barat hancur luluh lantak dihajar tambang timah ilegal.
Bahkan, aktivitas tambang ilegal itu sewenang-wenang mengeruk lahan hingga mendekati beberapa fasilitas pemerintah seperti Gedung Graha Aparatur.
Terlihat lahan yang sudah hancur itu merupakan hasil aktivitas tambang timah ilegal yang baru-baru ini beroperasi menggunakan alat berat eksavator.
Aktivitas tambang timah ilegal leluasa beroperasi tanpa kendala hingga menyebabkan kerusakan yang sangat luas sampai dekat di tepi gedung pemerintah.
Namun, aksi ugal-ugalan tambang ilegal tersebut terpaksa berhenti karena didatangi tim gabungan Polisi dan Satpol PP yang datang pagi-pagi ke lokasi.
Dipimpin oleh Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha. Tim gabungan langsung mengamankan beberapa alat tambang di lokasi.
“Kita antisipasi jangan sampai roboh, karena aktivitas sudah terlalu dekat dan itu merusak kantor pemerintah, nantinya,” katanya, Jumat (11/7/2025).
AKBP Pradana Aditya Nugraha mengaku polisi sudah beberapa kali melakukan penertiban tambang timah ilegal di sana. Tapi, pelaku tambang sering kucing-kucingan jadi kecolongan.
Pelaku tambang disebut memanfaatkan momentum saat polisi sedang lengah. Saat polisi lengah pelaku tambang kemudian melakukan kembali aktivitas.
Hasil penertiban, polisi berhasil menghancurkan beberapa alat tambang di lokasi. Namun, pelaku tambang keburu kabur saat tim gabungan datang.
SEPRI SUMARTONO













