Padapada.id, Pangkalpinang — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengapresiasi semangat gotong royong warga yang turun langsung membersihkan lingkungan demi mengantisipasi banjir di musim hujan. Menariknya, aksi tersebut lahir dari kesadaran masyarakat sendiri, bukan karena instruksi pemerintah.
“Tidak kami suruh Pak Camat, katanya tidak. Warga sadar karena takut banjir. Alhamdulillah,” ujar Dessy, Selasa, 12 Mei 2026, ketika menghadiri kegiatan gotong-royong di Jalan Belanak II, Air Salemba, Pangkalpinang.
Menurutnya, kesadaran warga seperti ini menjadi modal penting dalam menjaga kebersihan kota. Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Selama ini kan kita tidak bisa sendiri, pemerintah ya. Tetap harus ada kesadaran dan kemauan dari masyarakat untuk membersihkan lingkungannya masing-masing,” tegasnya.
Dessy berharap semangat gotong royong tersebut tidak hanya muncul di satu kawasan, tetapi mampu menular ke seluruh wilayah Pangkalpinang. Ia menilai budaya peduli lingkungan harus terus dirawat agar persoalan banjir dan sampah bisa ditekan bersama-sama.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan kebersihan lingkungan ini sejalan dengan program pemerintah pusat bertajuk “Indonesia Asri” yang digaungkan Presiden, sekaligus mendukung program “Pangkalpinang Bersih” yang dicanangkan Wali Kota Pangkalpinang.
“Harapannya program ini terus booming dan berkelanjutan dijalani masyarakat. Karena memang ini sejalan dengan program pemerintah pusat, ada Indonesia Asri, dan di Pangkalpinang juga Pak Wali Kota mencanangkan Pangkalpinang Bersih,” jelasnya.
Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi, Dessy mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir. Ia menekankan, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan perangkat kelurahan, kecamatan, maupun pemerintah kota, melainkan harus tumbuh dari kesadaran masyarakat itu sendiri.
“Kita juga harus selalu waspada untuk antisipasi banjir. Diharapkan semua warga Pangkalpinang tidak hanya mengandalkan perangkat kelurahan, kecamatan ataupun pemerintah kota, tapi warganya benar-benar sadar menjaga lingkungannya masing-masing,” pungkasnya. (*)













