Padapada.id, PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani meninjau pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus 2026 di Pangkalpinang, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam kunjungan itu, Hidayat didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengunjungi stan-stan pameran yang menampilkan berbagai produk hasil karya siswa dari sekolah menengah dan pendidikan khusus di Bangka Belitung.
Sejumlah produk yang dipamerkan antara lain kerajinan tangan, karya inovasi berbasis teknologi, serta aneka produk kuliner. Hidayat juga berdialog dengan para siswa mengenai proses pembuatan produk dan peluang pengembangannya.
“Produk-produk yang ditampilkan menunjukkan kreativitas siswa yang cukup baik. Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang usaha bagi mereka,” kata Hidayat.
Menurut dia, pameran produk unggulan yang digelar bersamaan dengan LKS dan FLS3N dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal dunia usaha, pemasaran, dan pengembangan produk.
Selama berkeliling, Hidayat juga mencicipi sejumlah produk makanan dan minuman yang dipamerkan peserta. Kehadirannya disambut antusias para siswa yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan karya mereka secara langsung.
Guru SMKN 5 Pangkalpinang, Herlina, mengatakan kunjungan gubernur menjadi motivasi bagi para peserta. Menurut dia, Hidayat sempat mencicipi sejumlah produk yang dibuat siswa, seperti salad sayur dan minuman kencur.
“Ini menjadi kebanggaan bagi anak-anak karena hasil karya mereka mendapat perhatian langsung,” ujar Herlina.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberi ruang bagi siswa untuk memperkenalkan produk dan keterampilan yang mereka miliki kepada masyarakat.
Sementara itu, salah seorang siswi SMKN 4 Pangkalpinang mengaku senang karena produk yang dipamerkan mendapat perhatian dari gubernur. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus berkarya.
Pada hari kedua pelaksanaan, area pameran dipadati pengunjung, termasuk tamu undangan dan masyarakat. Berbagai produk kuliner, kerajinan, serta karya inovasi siswa menjadi daya tarik dalam kegiatan tersebut. (*)













