Padapada.id, PANGKALPINANG — Di tengah seremoni pergantian kepemimpinan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Bangka Belitung, ada satu hal yang paling membekas dalam ingatan Hiskia Simarmata. Bukan tumpukan berkas pertanahan yang pernah ditanganinya, melainkan rasa persaudaraan yang ia temukan selama bertugas di Negeri Serumpun Sebalai.
Rabu, 10 Juni 2026, Hiskia resmi menyerahkan jabatan Kepala Kanwil BPN Babel kepada Ariodilah Virgantara dalam acara serah terima jabatan yang digelar di Soll Marina Hotel, Pangkalpinang. Momen itu menandai berakhirnya masa tugas Hiskia selama sekitar satu setengah tahun di Bangka Belitung.
Saat menyampaikan sambutan perpisahan, nada suaranya terdengar lebih personal dibandingkan laporan capaian kerja yang biasa disampaikan pejabat dalam forum resmi. Ia memilih berbicara tentang hubungan antarmanusia yang ia rasakan selama berada di Babel.
“Selama saya mengabdi satu setengah tahun di sini, saya merasakan persaudaraan paling tinggi baru saya dapatkan di Bangka Belitung,” kata Hiskia.
Ucapan itu disambut tepuk tangan para tamu yang memenuhi ruangan. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat Arsani, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah dan instansi vertikal.
Bagi Hiskia, Bangka Belitung bukan sekadar tempat penugasan. Selama memimpin BPN Babel, ia menghadapi berbagai persoalan pertanahan, mulai dari konflik agraria hingga penataan aset pemerintah. Namun, di balik dinamika pekerjaan itu, ia mengaku menemukan kehangatan sosial yang membuat masa tugasnya terasa berbeda.
Gubernur Hidayat Arsani dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas pengabdian Hiskia selama bertugas di Babel. Menurut dia, kontribusi BPN memiliki peran penting dalam mendukung kepastian hukum atas tanah yang menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah.
Sementara itu, Ariodilah Virgantara yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Kanwil BPN Babel menyatakan siap melanjutkan berbagai program strategis pertanahan. Dengan pengalaman hampir 28 tahun di lingkungan ATR/BPN, ia menegaskan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan tidak lepas dari sinergi. Saya akan segera berkoordinasi dengan Bapak Gubernur untuk menyelaraskan berbagai program yang ada,” ujar Ariodilah.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata kepada Hiskia beserta istri. Di penghujung acara, suasana hangat perpisahan terasa lebih dominan dibandingkan formalitas serah terima jabatan. Bagi Hiskia, Babel meninggalkan jejak yang tak hanya tercatat dalam perjalanan kariernya, tetapi juga dalam ingatan tentang sebuah daerah yang memberinya arti persaudaraan. (*)













