Padapada.id, Bangka — Empat remaja asal Sungailiat, Kabupaten Bangka, yang sempat hilang di kawasan Bukit Maras akhirnya ditemukan pada Senin dini hari, 29 Juni 2026. Operasi pencarian yang berlangsung semalaman itu berhasil berkat perpaduan strategi penyisiran lapangan dan dukungan teknologi pendeteksi dari udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan tim langsung membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) setelah tiba di lokasi pada Ahad malam, sekitar pukul 22.56 WIB.
Pembagian tim dilakukan untuk mempersempit area pencarian di medan pegunungan yang gelap dan sulit dijangkau. Ketiga SRU menyisir jalur berbeda dari tiga titik pendakian agar tidak ada kawasan yang terlewat.
Upaya itu membuahkan hasil. SRU I menemukan keempat remaja tersebut sekitar pukul 04.55 WIB, tidak jauh dari lokasi terakhir mereka dilaporkan berada atau Last Known Position (LKP).
Keempat remaja itu adalah Boma, Nabil, Keanu, dan Aufa, masing-masing berusia 15 tahun. Mereka ditemukan dalam kondisi kelelahan setelah bertahan di kawasan hutan selama beberapa waktu. Tiga orang mengalami lemas, sementara satu korban mengalami cedera pada kaki kanan.
Pencarian juga dibantu perangkat teknologi. Tim menggunakan drone thermal untuk menyisir kawasan hutan dari udara dengan mendeteksi jejak panas tubuh di tengah minimnya cahaya malam. Gangguan komunikasi akibat kondisi geografis diatasi dengan dukungan jaringan Starlink yang menjaga koordinasi antarpetugas tetap berjalan.
Setelah ditemukan, para korban dievakuasi menuju posko Air Terjun Maruyan. Korban yang mengalami cedera kaki dievakuasi lebih awal pada pukul 06.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Riau Silip.
Operasi SAR yang melibatkan unsur kepolisian, BPBD, BKSDA, serta masyarakat setempat itu ditutup pada pukul 09.46 WIB setelah seluruh tim melakukan evaluasi.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur potensi SAR gabungan yang telah berjibaku,” ujar Mikel. (*)













