Padapada.id, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani meminta pemerintah daerah menjaga iklim investasi dengan tidak membebani pelaku usaha melalui penagihan pajak yang berlebihan. Menurut dia, pendekatan pemerintah seharusnya mendorong dunia usaha berkembang, bukan justru menghambatnya.
Pesan itu disampaikan Hidayat Arsani, Senin, 27 Juli 2026 saat meresmikan Restoran Lempah & Seafood Ketapang, di Pangkalpinang.
Ia mengingatkan kepala daerah dan organisasi perangkat daerah agar tidak bersikap represif terhadap pelaku usaha, terutama pada tahap awal investasi.
“Jangan sampai nanti ada usaha tutup karena pajak, bukan tutup karena ulah wali kota atau ulah gubernur,” kata Hidayat.
Menurut Hidayat, investasi perlu diberi ruang untuk berkembang terlebih dahulu sebelum dibebani kewajiban yang berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha. Kehadiran investasi, kata dia, berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sekaligus menggerakkan sektor pariwisata.
Dalam kesempatan itu, Hidayat juga mengklaim pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung menunjukkan perbaikan. Ia menyebut laju pertumbuhan ekonomi daerah yang sebelumnya berada di bawah 1 persen kini telah mencapai 4,8 persen. Pemerintah Provinsi Babel menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 5,2 persen agar provinsi itu masuk jajaran 10 besar pertumbuhan ekonomi nasional.
Hidayat menilai sektor kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia mengapresiasi pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan usaha yang dinilai dapat mendukung sektor pariwisata.
Meski meminta pemerintah tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pelaku usaha, Hidayat menegaskan kewajiban membayar pajak tetap harus dipenuhi.
“Jangan tidak bayar pajaknya. Bahaya juga. Pajak harus tetap dibayar,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap usaha lokal, Hidayat Arsani mengatakan pemerintah provinsi akan mempromosikan restoran-restoran di Bangka Belitung dengan membawa tamu-tamu pemerintah untuk menikmati kuliner daerah secara bergiliran. Ia juga meminta Dinas Pariwisata ikut mendorong pengembangan usaha kuliner khas, termasuk lempah kuning, sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. (*)













