Padapada.id, PANGKALPINANG — Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan Explore Babel 2026 sebagai panggung bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar yang lebih luas. Gelaran pada 28–30 Agustus di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, itu tak hanya menawarkan pameran produk UMKM.
Tema yang diusung adalah Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Babel Berdaya dan Berkelanjutan. Bank Indonesia ingin menggabungkan penguatan UMKM, digitalisasi, ekonomi hijau, dan perluasan akses pembiayaan dalam satu perhelatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung Rommy Sariu Tamawiwy mengatakan sekitar 116 UMKM binaan BI akan terlibat. Mereka telah melalui proses kurasi sebelum ditampilkan dalam acara tersebut.
“UMKM-UMKM yang telah berhasil dikurasi oleh Bank Indonesia sedang dipersiapkan untuk naik panggung ke level regional. Kita juga dorong sampai ke tingkat nasional seperti ISEF dan KKI,” kata Rommy, Selasa, 18 Agustus 2026.
Explore Babel tahun ini memberi ruang khusus bagi isu lingkungan. Melalui Hall of Green Inspiration, pengunjung akan menemukan produk ramah lingkungan, antara lain ecoprint serta produk dari Urun dan Lidipa. Area itu dirancang bukan sekadar sebagai etalase produk, melainkan ruang edukasi mengenai praktik ekonomi berkelanjutan.
Ada pula Wakafein, program yang memadukan wakaf dengan pengembangan keterampilan barista lokal. Pengunjung cukup berwakaf Rp10 ribu melalui platform Satu Wakaf untuk mendapatkan segelas kopi yang diracik barista lulusan bootcamp binaan BI.
“Wakafein ini hybrid antara konsep wakaf dengan mengembangkan potensi barista kita,” ujar Rommy.
Pada Explore Babel 2026, Bank Indonesia juga akan meresmikan sejumlah program strategis dalam gelaran tersebut. Di antaranya Desa Devisa, yang dikembangkan bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk mendorong potensi ekspor dari desa.
Kerja Sama Antar Daerah se-Bangka Belitung juga akan diresmikan. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah menjaga pasokan dan stabilitas harga antarwilayah.
Bagi Bank Indonesia, festival ekonomi semacam ini bukan sekadar kegiatan promosi. Perputaran uang yang tercipta dari event dapat memberi efek berantai bagi perekonomian daerah.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan sebelumnya mencapai 4,01 persen. Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu faktor pendorong, termasuk melalui berbagai kegiatan atau event daerah.
“Event ini akan memberikan insentif bagi pelaku usaha, baik mikro, kecil maupun menengah, untuk terus produktif. Dampaknya secara makro akan memberikan multiplier effect,” kata Rommy.
Indikasinya mulai terlihat sebelum acara utama digelar. Nilai transaksi UMKM selama rangkaian pre-event Explore Babel 2026 telah mencapai Rp2,2 miliar.
Bank Indonesia menargetkan akses pembiayaan bagi UMKM melalui business matching dengan perbankan mencapai Rp4 miliar. Upaya itu diharapkan membuka ruang bagi pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan modal untuk memperbesar skala bisnisnya.
Selain agenda ekonomi, Explore Babel 2026 dikemas sebagai festival publik. Musisi nasional Budi Doremi dijadwalkan tampil. Ada pula Fun Run yang ditargetkan diikuti 1.000 peserta, lomba band tingkat SMA, serta Fashion Show UMKM yang menampilkan produk wastra hasil bootcamp desainer lokal.
Namun, ambisi terbesar BI tidak berhenti di panggung Alun-alun Taman Merdeka. Rommy berharap jejaring warga Bangka Belitung di luar negeri ikut menjadi bagian dari ekosistem investasi daerah.
“Harapan kita, orang-orang Bangka di Amerika pulang dengan membawa investasi untuk Bangka Belitung. Wah, itu ya… Ini mimpi kita. This is our dream,” ujar Rommy.(*)













