Padapada.id, BELITUNG — PT PLN (Persero) tak hanya memasok listrik ke Pulau Rengit, Kabupaten Belitung. Perusahaan listrik milik negara ini membangun ekosistem energi bersih yang menggabungkan tenaga surya, angin, hidrogen hijau hingga sistem penyimpanan energi.
Ekosistem tersebut dikembangkan melalui Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit, yang diluncurkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
GEET dirancang sebagai percontohan pengembangan energi bersih di wilayah kepulauan sekaligus menjawab persoalan pasokan listrik di Pulau Rengit. Dengan sistem yang dibangun PLN, masyarakat kini dapat menikmati listrik selama 24 jam dengan sumber energi yang lebih bersih dan rendah emisi.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan pembangunan GEET tidak berhenti pada penyediaan listrik. Infrastruktur energi tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas sosial sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Pembangunan energi hijau di Pulau Rengit memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat, tetapi juga bagi pengembangan sektor ekonomi,” kata Edwin.
GEET mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan energi, turbin angin, hidrogen hijau, fuel cell, agrovoltaic, dan sistem manajemen energi.
Teknologi tersebut memungkinkan energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan dikelola dan disimpan untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Bagi PLN, Pulau Rengit menjadi ruang untuk menguji sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi energi bersih dapat diterapkan di wilayah kepulauan.
Dampaknya mulai diarahkan ke sektor produktif. Nelayan dapat memanfaatkan cold storage untuk menjaga hasil tangkapan, sedangkan lahan masyarakat dapat dikembangkan dengan konsep agrovoltaic.
Gubernur Babel Hidayat Arsani mengatakan kehadiran GEET menunjukkan bahwa pembangunan energi di pulau kecil tidak harus berhenti pada penyediaan listrik.
“Bagi kami, ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan. Ini adalah langkah nyata menghadirkan energi bersih di wilayah kepulauan, sekaligus menjawab tantangan pemenuhan energi di pulau-pulau kecil,” ujar Hidayat.
Menurut Hidayat, ketersediaan energi yang andal harus diikuti pemanfaatan secara produktif. Karena itu, ia berharap model yang dikembangkan PLN di Pulau Rengit dapat direplikasi di pulau-pulau kecil lainnya.
“Model ini merupakan percontohan bagi pengembangan energi di seluruh Indonesia. Kita ingin model ini terus dikembangkan, dievaluasi, dan jika memungkinkan direplikasi ke pulau-pulau kecil lainnya di Bangka Belitung dan Indonesia,” katanya.
Anggota Dewan Energi Nasional Sripeni Inten Cahyani mengapresiasi langkah PLN dan pemerintah daerah tersebut. Ia menilai pengembangan energi di pulau-pulau kecil dapat memperkuat ketahanan energi dari tingkat daerah hingga nasional.
“Ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan energi daerah dapat mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Sripeni.
GEET Pulau Rengit juga diproyeksikan menjadi pusat riset, edukasi, demonstrasi teknologi, dan pengembangan ekosistem kolaborasi. PLN menggandeng pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan teknologi energi bersih dapat memberi manfaat yang lebih luas. (*)













