Padapada.id, Pangkalpinang – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggencarkan gotong royong untuk menjaga kebersihan sekaligus mempercantik wajah kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, kegiatan itu kini digelar rutin dua kali dalam sepekan, setiap Selasa dan Jumat.
Kepala DLH Kota Pangkalpinang Fahrizal mengatakan gotong royong pada Selasa dilakukan di lingkungan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Adapun setiap Jumat, kegiatan dipusatkan di lokasi yang membutuhkan penanganan bersama.
“Tiap Selasa dan Jumat kita tetapkan titik tertentu untuk kerja bakti atau gotong royong bersama. Untuk Jumat ini di kawasan Jalan Mitro dan sekitarnya,” kata Fahrizal.l, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Fahrizal, program tersebut menjadi salah satu cara mengajak aparatur sipil negara (ASN) terlibat langsung dalam menjaga kebersihan kota. Para pegawai tidak hanya bekerja dari kantor, tetapi turun ke lapangan menangani kawasan yang membutuhkan perhatian.
“Memang sifatnya mengajak seluruh pegawai untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. Kita langsung turun ke lapangan membersihkan kawasan-kawasan yang memang perlu mendapat sentuhan,” ujarnya.
Program itu telah menyasar puluhan titik di sejumlah wilayah Pangkalpinang. Fahrizal mengatakan kegiatan dilakukan bergilir sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kalau dihitung, setiap minggu ada empat kali kegiatan. Sekarang sudah memasuki bulan ketujuh, berarti kurang lebih sudah 28 titik yang kita tangani. Dan ini akan terus berlanjut pada lokasi-lokasi yang memang perlu penanganan bersama,” katanya.
Titik yang menjadi prioritas antara lain lokasi pembuangan sampah liar, fasilitas publik yang terbengkalai, dan ruang terbuka hijau yang membutuhkan perawatan. Sejumlah kawasan yang telah ditangani antara lain Menara Air, Pasar Pagi, Tampui, Inang Pubok, hingga Alang-alang Anggun Pura.
Pembersihan tidak sebatas mengangkut sampah. Petugas juga memangkas rumput dan merawat pepohonan di sejumlah lokasi.
Fahrizal mengatakan perawatan ruang terbuka hijau menjadi tantangan tersendiri pada musim kemarau. Pertumbuhan rumput, kata dia, cenderung lebih cepat dibandingkan tanaman yang baru ditanam.
“Kalau pohonnya tumbuh, hanya saja rumputnya lebih cepat tinggi. Nanti saat musim hujan baru kita lakukan penyulaman pohon-pohon yang diperlukan,” ujarnya.
Selain program gotong royong, DLH Pangkalpinang menyiapkan pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati. Taman itu dirancang sebagai ruang terbuka hijau yang menampilkan tanaman buah dan tanaman endemik Bangka Belitung.
“Ke depan kita rencanakan Taman Kehati. Isinya nanti lebih banyak pohon buah dan tanaman endemik Bangka Belitung sebagai miniatur keanekaragaman hayati daerah. Sesuai arahan kementerian, setiap daerah minimal memiliki Taman Kehati seluas tiga hektare,” kata Fahrizal.
DLH juga berencana mempercantik taman kota melalui penataan pencahayaan. Namun, menurut Fahrizal, penerangan dasar di kawasan yang gelap menjadi prioritas sebelum memasang lampu dekoratif.
“Target utama kita saat ini menerangi dulu kawasan-kawasan yang gelap agar tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah itu baru kita percantik dengan lampu hias atau lampu selang yang lebih estetis. Kita juga akan mengupayakan dukungan melalui program CSR,” ujarnya. (*)













