Padapada.id, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, sorotan tertuju pada Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi pusat perhelatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025. Acara tahunan ini, yang diselenggarakan oleh BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya seperti PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kembali hadir dengan semangat baru dan optimisme tinggi.
Dengan dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), CMSE 2025 mengusung tema “Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang”, sebuah cerminan dari inklusivitas, keterbukaan akses, dan perluasan manfaat pasar modal bagi seluruh lapisan masyarakat.
CMSE 2025 bukan sekadar pameran atau konferensi biasa. Acara ini adalah sebuah perayaan dari pertumbuhan dan perkembangan pasar modal Indonesia, yang kini semakin matang dan berdaya saing global.
Di balik gemerlapnya acara, terdapat visi besar untuk menjadikan pasar modal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dengan penuh semangat menyampaikan bahwa tema CMSE 2025 lahir dari semangat bersama untuk menghadirkan pasar modal yang lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.
Baginya, pasar modal Indonesia bukan hanya milik segelintir elite, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.
“Satu pasar modal Indonesia mampu membuka berjuta peluang, mulai dari peluang investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi bagi bangsa,” kata Iman dalam sambutannya pada Pembukaan CMSE 2025, Jumat (17/10).
“Pasar modal kita sudah sangat modern dan berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa, seperti tanggung jawab, integritas, dan semangat kolaborasi dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Salah satu indikator keberhasilan pasar modal Indonesia adalah meningkatnya partisipasi investor ritel. Hingga Kamis (16/10), jumlah investor pasar modal Indonesia hampir mencapai 19 juta, termasuk lebih dari total 8 juta investor saham.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya investasi sebagai salah satu cara untuk mencapai kemandirian finansial.
CMSE 2025 juga menjadi bagian dari kampanye nasional Aku Investor Saham yang diluncurkan pada 10 Agustus 2023. Kampanye ini membawa pesan kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan, serta menjadi payung dari seluruh kegiatan edukasi dan literasi pasar modal yang dilakukan BEI baik secara daring maupun luring.
BEI juga aktif berkolaborasi dengan lembaga pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan di seluruh Indonesia untuk menyebarkan virus investasi kepada masyarakat luas.
CMSE 2025 menawarkan rangkaian acara yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi bagi berbagai kalangan. Setiap sesi dirancang dengan tema paling relevan, mulai dari arah investasi 2026, tren produk pasar modal, hingga peran generasi muda dalam membangun literasi keuangan.
Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman interaktif melalui konten edukasi dan fitur digital di IDX Mobile, yang memudahkan masyarakat belajar berinvestasi dan memperoleh informasi pasar modal dengan cara yang praktis dan menarik.
Sebelum acara puncak, BEI telah menggelar “Road to CMSE 2025” yang merupakan rangkaian kegiatan literasi pasar modal di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan, mencakup Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, peluncuran program Duta Pasar Modal 2025, program Guruku Investor Saham, kompetisi investasi saham antar Galeri Investasi BEI, hingga seminar literasi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
CMSE 2025 menghadirkan 88 booth yang terdiri dari berbagai pihak terkait pasar modal, mulai dari OJK, SRO dan anak usaha SRO, anggota bursa, manajer investasi serta agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan BEI dan mitra lembaga lainnya.
Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai seminar, talk show, dan podcast inspiratif. Pada hari pertama CMSE 2025, pengunjung dapat mengikuti sesi Seminar Utama yang akan membahas peran dunia usaha dan pasar modal dalam pertumbuhan ekonomi nasional bersama ekonom senior dan pelaku industri.
Kemudian ada pula podcast yang memberikan informasi mudahnya investasi saham bersama dua artis ternama dalam negeri, serta talk show lintas agama yang membahas perencanaan keuangan dari sisi tiga pemuka agama yang mewakili tiga agama di Indonesia.
Pada hari kedua akan diselenggarakan peluncuran Produk Wakaf Berbasis Saham bersama Menteri Agama, serta dilanjutkan dengan Seminar Pasar Modal Syariah bersama perwakilan dari pengurus besar serta pengurus pusat dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Selanjutnya, terdapat talk show bersama tiga investor individu yang mewakili profesi-profesi merakyat dan dimoderatori oleh jurnalis sekaligus presenter senior, serta sesi Inspiration Talk bersama motivator dan praktisi kesehatan yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. CMSE 2025 akan ditutup dengan penampilan dari penyanyi Judika.
Pengunjung CMSE 2025 dapat mengunjungi photobooth interaktif, mengikuti berbagai games edukatif, serta berkesempatan memenangkan doorprize dan grand prize bernilai total ratusan juta rupiah.
Seperti tahun lalu, CMSE 2025 juga menghadirkan booth UMKM yang menawarkan berbagai produk unggulan lokal sebagai bagian dari dukungan pasar modal terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat.
CMSE 2025 dapat diikuti secara gratis oleh seluruh masyarakat, baik luring dengan mengunjungi Main Hall BEI, maupun secara daring dengan mengikuti sesi seminar melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange.
Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia dapat belajar dan berpartisipasi langsung tanpa batas jarak.
“Melalui CMSE 2025, kami ingin menegaskan bahwa pasar modal Indonesia adalah milik rakyat. Siapa pun dapat berpartisipasi, mulai dari modal kecil, asalkan dengan pengetahuan dan tanggung jawab Investasi yang benar,” tambah Iman.
“Ini bukan hanya tentang investasi, tapi tentang kemandirian finansial dan masa depan ekonomi bangsa,” tutupnya. (*)













