Padapada.id, Pangkalpinang – Mendapat tantangan menyebutkan aplikasi fintech yang ada di smartphone-nya, beberapa mahasiswa menunjukkan jari. Ada yang berjumlah 7, ada yang 9. Bahkan, Raka mahasiswa dari kampus UBB, memiliki 12 buah aplikasi fintech yang ia miliki dan beberapanya aktif digunakan.
Tantangan adu-aduan jumlah aplikasi fintech, semacam kuis yang disampaikan moderator gelaran acara ‘Infinity Goes to Campus’ yang dihelat Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Melihat antusiasme peserta yang didominasi mahasiswa mengacungkan jari, membuat moderator ‘Infinity Goes to Campus’ merasa bahagia.
“Luar biasa, literasi keuangan digital para mahasiswa di sini telah sangat bagus,” kata moderator acara yang adalah Director of Marketing, Communication and Community Development AFTECH, Abynprima Rizky, Selasa, 25 November 2025.
Hari itu, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat edukasi dan literasi keuangan digital untuk generasi muda di daerah melalui kegiatan Infinity Goes to Campus.
“Bank Indonesia terus mendorong edukasi dan literasi agar masyarakat memahami perkembangan teknologi finansial karena peluangnya terbuka luas,” kata Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy di Pangkalpinang.
Ia mengatakan kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang agar mampu memberikan pemahaman komprehensif bagi peserta, khususnya mahasiswa terkait dinamika dan tantangan digitalisasi keuangan saat ini.
“Literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial yang menawarkan peluang besar sekaligus risiko yang juga harus dipahami,” ujarnya.
Di kegiatan ini ada tiga pesan utama yang ditekankan oleh Bank Indonesia, salah satunya yakni pentingnya sinergi dan kolaborasi antar lembaga dalam mendorong transformasi digital sektor keuangan.
Sinergi yang terbangun dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 tahun ini digelar bersama oleh BI dan OJK karena ini tahun persatuan karena digelar secara bersamaan, berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan terpisah.
“Kita sering melihat di berbagai platform, termasuk TikTok banyak risiko-risiko terkait keuangan digital. Jadi itu penting bagi kita untuk belajar, memahami tips dan mitigasinya,” ujarnya.
Menurut Rommy semangat kolaborasi ini sejalan dengan identitas Provinsi Bangka Belitung sebagai daerah Serumpun Sebalai yang mengedepankan persatuan dan kebersamaan yang sudah menjadi ruh di Bangka Belitung.
“Acara ini juga bisa terlaksana karena semangat tersebut,” katanya.
Bank Indonesia berharap kegiatan Infinity Goes to Campus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi era ekonomi digital. (*)













