Padapada.id, Pangkalpinang – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Saipul Bakhri menyadari adanya kekeliruan yang dapat menimbulkan ekses negatif dalam surat imbauan Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Imbauan itu dianggap tidak sensitif terhadap anak-anak yatim yang sudah kehilangan ayah.
“Ada ralat. Surat yang kami kirim itu akan diperbaiki. Kami akan merevisi. Tidak cukup dengan ayah, harus ada tambahan kalimat figur pengganti ayah. Ini untuk menjembatani anak-anak yang sudah yatim,” kata Saipul Bakhri, Rabu malam, 17 Desember 2025.
Dalam surat sebelumnya, Saipul menyadari ada potensi salah penafsiran dan menimbulkan ketidaknyamanan pada anak-anak yatim yang sudah kehilangan ayah.
“Kami minta maaf, ada kesalahan narasi,” ujar dia.
Sebelumnya, surat edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor, yang digencarkan oleh beberapa pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta untuk dibatalkan. Gerakan ini dianggap menepikan perasaan anak-anak yatim usia sekolah.
Iwan Prahara, salah satu tokoh masyarakat di Bangka Belitung secara tegas meminta para kepala daerah harus membatalkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor, itu. Sebab, ada perasaan anak-anak yatim yang harus dijaga.
“Janganlah kita menabur garam di atas luka batin anak-anak yatim yang bahkan bisa jadi lukanya masih sangat basah. Kita harus berempati dengan anak-anak yatim yang tidak mempunyai ayah, yang mungkin jumlahnya ribuan di Babel ini,” kata Iwan Prahara, Rabu, 17 Desember 2025. (*)













