Serba-serbi

Daun Kering Babel Tembus Pasar Inggris, Jadi Alas Reptil Ekspor

×

Daun Kering Babel Tembus Pasar Inggris, Jadi Alas Reptil Ekspor

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, PANGKALPINANG — Daun kering yang selama ini dianggap limbah mulai menemukan pasar baru. Melalui tangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), daun manggis dan bambu kering dari Kepulauan Bangka Belitung diekspor ke Inggris sebagai alas reptil.

Sebanyak 10 ribu bungkus alas reptil dilepas untuk pengiriman ke Inggris pada Senin, 15 Juni 2026. Produk tersebut dikirim melalui jalur darat dan laut menggunakan jasa ekspedisi khusus.

Pelepasan ekspor itu disaksikan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, Bea Cukai Pangkalpinang, PT Pos Indonesia, serta PT Central Charcoal Babelindo selaku produsen.

Kepala Bidang SPPE Disperindag Babel Agus Setio Rini mengatakan ekspor tersebut menjadi tanda bahwa komoditas lokal Babel mulai mendapat tempat di pasar global.

“Produk ini menggunakan bahan baku lokal Babel. Kualitasnya sudah dipercaya pasar dunia. Pemerintah akan terus mendampingi UMKM agar mampu memperluas akses ekspor,” ujar Agus saat pelepasan ekspor.

Produk alas reptil itu diproduksi UMKM Daun Ketapang yang berada di bawah naungan PT Central Charcoal Babelindo. Direktur sekaligus pendiri UMKM Daun Ketapang, Lukman, mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas pasar produk berbasis bahan alam.

“Pengiriman dari Babel menggunakan ekspedisi menuju Jakarta, kemudian dilanjutkan melalui jalur laut ke Inggris,” kata Lukman.

Menurut dia, selain daun ketapang, permintaan terhadap daun manggis kering dan daun bambu kering asal Babel juga meningkat. Produk tersebut banyak digunakan untuk kebutuhan akuarium, terarium, hingga alas bagi reptil.

Daun-daun kering itu memiliki nilai ekonomi karena mengandung senyawa alami yang dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan. Di pasar internasional, bahan tersebut digunakan untuk produk berbasis herbal, kosmetik, hingga perawatan hewan eksotis.

Pemerintah Babel berharap komoditas berbasis bahan alam itu dapat menjadi sumber ekspor baru sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM daerah.(*)

Sumber: Disperindag Babel