Padapada.id, PANGKALPINANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pangkalpinang melakukan asesmen terhadap anak-anak yang terjaring penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Asesmen ini bertujuan mengidentifikasi kondisi, latar belakang, dan kebutuhan anak sebagai dasar menentukan penanganan lebih lanjut.
Ketua Tim Kerja Dinsos Pangkalpinang, Ricky Mardian, mengatakan penanganan anak yang terjaring penertiban tidak cukup hanya melalui tindakan di lapangan. Pendampingan diperlukan untuk mengetahui persoalan yang melatarbelakangi aktivitas anak di jalanan sekaligus menentukan solusi sesuai kondisi mereka.
“Kita lakukan asesmen mendalam, berikan bimbingan mental sehingga pekerjaan apa yang bisa dilakukan agar Dinsos bisa mencari solusi, bekerja sama dengan dinas terkait,” kata Ricky.
Menurut dia, asesmen juga menjadi dasar bagi Dinsos untuk berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Melalui proses tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi bentuk pendampingan yang dibutuhkan setiap anak, termasuk bimbingan mental dan peluang memperoleh penanganan yang sesuai.
Dinsos Pangkalpinang juga melibatkan keluarga dalam proses penanganan. Ricky mengatakan anak-anak yang terjaring penertiban akan dipertemukan dengan keluarga untuk membahas solusi agar mereka tidak kembali beraktivitas di jalanan.
“Untuk anak jalanan kita pertemukan dengan pihak keluarga untuk mencari solusi agar anak tersebut tidak di jalanan,” ujarnya.
Keterlibatan keluarga dinilai penting untuk memastikan anak memperoleh perhatian dan dukungan setelah menjalani pendampingan. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan mengenai langkah yang dapat dilakukan keluarga sesuai kondisi anak.
Selain kondisi keluarga, aspek pendidikan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan selanjutnya. Dengan demikian, upaya penanganan tidak hanya berfokus pada keberadaan anak di jalanan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pendidikan dan pendampingan mereka.
Melalui asesmen, bimbingan mental, serta koordinasi dengan keluarga dan dinas terkait, Dinsos Pangkalpinang berupaya mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak sekaligus mencegah mereka kembali beraktivitas di jalanan. (*)













