Padapada.id, Batam – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengajak awak media untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi industri hulu migas. Program swasembada energi perlu dikawal melalui pemberitaan yang positif dan berimbang.
Ajakan penguatan sinergi dan kolaborasi itu, disampaikan SKK Migas dalam kegiatan media gathering yang berlangsung di Batam, Kepulauan Riau. Diselenggarakan selama tiga hari, 19-21 November 2024.
Selain kegiatan engagement media, selama tiga hari tersebut para jurnalis juga diajak untuk berkunjung ke salah satu industri penunjang migas yaitu PT Rainbow Tubulars Manufacture. Kunjungan ini untuk mendapatkan informasi dan pengalaman berkunjung di pabrik salah satu produsen dalam negeri yang telah mendapatkan banyak kesempatan di sektor hulu migas dan menjadi salah satu perusahaan yang dibina SKK Migas dalam program kapasitas nasional.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada jurnalis melalui pemberitaan yang berimbang terkait industri hulu migas.
“Dukungan awak media tentu sangat berarti untuk terus membangun citra yang positif keberadaan industri hulu migas di Indonesia. Industri hulu migas merupakan salah satu lokomotif pembangunan dan engine driver perekonomian,” ujar Hudi, dalam keterangannya, Selasa, 19 November 2024.
Lebih lanjut, Hudi menyampaikan bahwa kontribusi hulu migas masih sangat besar bagi penerimaan negara. Di tahun 2023 sekitar Rp 200 triliun penerimaan negara berasal dari sektor hulu migas.
“Selaras dengan hilirisasi yang menjadi salah satu fokus pemerintah, saat ini minyak dan gas tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai bahan baku industri,” imbuhnya.
Sebagai dukungan kepada pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi, peranan industri hulu migas sangat signfikan dan potensinya masih menjanjikan. Untuk itu, Hudi menyampaikan dukungan dari media untuk terus memberitakan industri hulu migas secara berimbang tentu sangat diharapkan.
“Sinergi dengan media akan terus dilakukan dan melalui kegiatan semacam ini diharapkan dapat semakin terjalin hubungan baik dan saling menghargai sehingga pemberitaan mengenai hulu migas akan semakin baik,” ujarnya. (*)













