Padapada.id, Pangkalpinang – Dalam pandangan alumni, kurikulum yang ada di jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung, sejauh ini telah memenuhi standar. Rancangan silabus materi perkuliahannya bisa mengikuti dinamika keilmuan dan perpolitikan yang senantiasa dinamis.
Hal demikian, disampaikan Irfandi Setiawan, alumnus Ilmu Politik FISIP UBB, ketika berdiskusi dalam workshop telaahan kurikulum, yang diadakan dekanat FISIP UBB, Kamis, 17 Oktober 2024.
“Tinggal bagaimana penguatan-penguatan basis keilmuan dan penajaman ‘pisau analisa’ bagi mahasiswa untuk lebih mahir membedah situasi perpolitikan terkini,” sambung Irfandi lebih lanjut.
Untuk penguatan dan penajaman keilmuan di almamaternya itu, alumnus tahun 2023 ini memberi usulan agar FISIP UBB lebih sering mengadakan kuliah umum yang menghadirkan narasumber para pakar-pakar politik terkemuka tanah air, maupun dosen dari kampus lain. Di antara dia menyebutkan nama Burhanuddin Muhtadi, Eep Saefullah Fattah, Hendri Satrio, dan Prof Muradi.
“Dengan penguatan-penguatan ini, saya berharap lulusan Ilmu Politik UBB bisa makin maju dan tentu saja mahir dan unggul di masa depan. Maju terus UBB, Kampus Unggul Membangun Peradaban,” ujar dia.
Dalam program penyusunan dan penetapan kurikulum outcome based education berbasis luaran serta evaluasi capaian pembelajaran, Program Studi Ilmu Politik FISIP UBB merasa perlu mendengar masukan-masukan dari banyak pihak. Selain alumni, di workshop itu juga mengundang stakeholder terkait lainnya. Di antaranya dari Pemprov Babel, Ombudsman, partai politik, DPRD, PT Timah, kalangan jurnalis, presidium pembentukan Provinsi Babel, dan lain-lain.
Diskusi telaahan kurikulum ini, dipimpin Dosen Ilmu Politik FISIP UBB Novendra Hidayat. (*)













