Padapada.id, Pangkalpinang – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Pangkalpinang resmi bergulir. Proses penjaringan calon pengibar Sang Saka Merah Putih tahun ini dilakukan secara berjenjang dengan sistem gugur yang ketat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang, Donald Tampubolon, mengungkapkan bahwa tahapan seleksi telah diawali sejak Maret 2026 melalui proses administrasi.
Dari lebih dari 200 pendaftar, hanya sekitar 100 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Salah satu faktor penentu yang cukup krusial adalah syarat tinggi badan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menetapkan batas minimal tinggi badan 167 sentimeter untuk putra dan 162 sentimeter untuk putri. Angka ini lebih rendah dibandingkan standar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mematok 170 sentimeter untuk putra dan 165 sentimeter untuk putri.
“Penyesuaian ini kami lakukan dengan mempertimbangkan kondisi peserta di daerah. Jika mengacu penuh pada standar pusat, dikhawatirkan banyak yang tidak lolos,” ujar Donald, Selasa (7/4/2026).
Memasuki tahap seleksi, para peserta langsung dihadapkan pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) berbasis online dengan sistem gugur. Peserta yang tidak mencapai nilai minimal 70 otomatis tersingkir.
“Hasilnya bisa langsung diketahui. Setelah TWK, dilanjutkan dengan Tes Intelegensi Umum, lalu keesokan harinya tes kesehatan dan parade,” jelasnya.
Donald juga mencatat adanya penurunan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat menembus angka lebih dari 2.000 pendaftar. Kondisi ini diperkirakan dipengaruhi oleh banyaknya calon peserta yang tidak memenuhi syarat tinggi badan.
Meski jumlahnya menurun, partisipasi sekolah tetap tinggi. Hampir seluruh sekolah di Pangkalpinang mengirimkan perwakilannya tanpa dibatasi kuota.
Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan dan profesional. Sistem penilaian dilakukan secara online dan terpusat guna menutup celah kecurangan.
“Setiap juri memiliki akun masing-masing. Nilai langsung diinput dan otomatis dikonversi oleh sistem, sehingga potensi kecurangan bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (*)













