Serba-serbi

POPDA Resmi Berakhir, Dispora Pangkalpinang Siapkan Lompatan Prestasi Atlet Pelajar

×

POPDA Resmi Berakhir, Dispora Pangkalpinang Siapkan Lompatan Prestasi Atlet Pelajar

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Pangkalpinang — Tak ingin momentum berhenti hanya di podium juara, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pangkalpinang langsung tancap gas. Usai gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 tingkat kota resmi ditutup, Dispora bergerak cepat mematangkan strategi pembinaan atlet pelajar untuk menatap level yang lebih tinggi.

Kepala Dispora Pangkalpinang, Yansyah, menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan pintu awal untuk membentuk generasi atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Hal itu disampaikannya usai apel penutupan di Stadion Depati Amir, Jumat (24/4/2026), yang menandai berakhirnya rangkaian pertandingan selama empat hari penuh.

“POPDA ini bukan garis finis, tapi garis start. Setelah ini, kami langsung masuk ke tahap pembinaan yang lebih terarah dan terukur,” tegas Yansyah.

Selama pelaksanaan, POPDA 2026 mempertandingkan berbagai cabang olahraga yang diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA. Dispora bersama KONI serta seluruh pengurus cabang olahraga terlibat aktif dalam memastikan jalannya kompetisi sekaligus mengamati potensi atlet muda yang muncul.

Namun yang menarik, Dispora tak terpaku pada nama-nama juara semata. Strategi pembinaan ke depan justru membuka ruang lebih luas bagi atlet potensial, termasuk mereka yang finis di posisi kedua dan ketiga.

“Juara umum memang diraih SMA Negeri 1 Pangkalpinang. Tapi untuk tim ke depan, kami tidak hanya ambil juara satu. Semua atlet yang punya potensi akan diseleksi sesuai kebutuhan tim,” jelasnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Dispora ingin membangun sistem pembinaan yang inklusif dan berbasis kualitas, bukan sekadar hasil akhir di papan skor.

Ke depan, Dispora Pangkalpinang bersama KONI akan menggelar proses talent scouting yang lebih tajam, dilanjutkan dengan program pemusatan latihan (training camp/TC). Para atlet terpilih tidak akan dibiarkan berkembang sendiri, melainkan dibina secara berkelanjutan dengan pengawasan intensif.

“Anak-anak ini akan kami kawal. Ada TC, ada evaluasi, dan ada pembinaan berjenjang agar mereka benar-benar siap membawa nama Pangkalpinang di POPDA Provinsi Bangka Belitung pada 5–10 Juli 2026,” tambah Yansyah.

Dengan strategi ini, Dispora Pangkalpinang ingin memastikan satu hal: prestasi tidak lahir secara instan, melainkan dari proses panjang yang dirancang serius sejak level pelajar. POPDA telah usai, tetapi bagi Dispora, justru inilah awal pertarungan sesungguhnya.(*)