Politik

Didatangi DPRD Babel, Perusahaan Sawit Buka Kembali Jalan Utama Petani Desa Nangka

×

Didatangi DPRD Babel, Perusahaan Sawit Buka Kembali Jalan Utama Petani Desa Nangka

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Bangka Selatan — Warga Desa Nangka, Kabupaten Bangka Selatan, akhirnya kembali memiliki akses menuju lahan perkebunan mereka. Jalan sepanjang sekitar 600 meter yang sempat tertutup selama lebih dari satu dekade dibuka kembali setelah DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memediasi persoalan antara masyarakat dan perusahaan.

Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya bersama anggota DPRD Babel Rina Tarol, Musani, dan Warkamni mendatangi lokasi PT Bukit Palma Prima (BPP), Jumat, 12 Juni 2026. Mereka didampingi Sekretaris Daerah Bangka Selatan dan sejumlah pejabat pemerintah daerah.

Persoalan akses jalan itu menjadi keluhan warga karena jalur tersebut merupakan satu-satunya penghubung menuju kebun. Penutupan jalan membuat petani kesulitan menjalankan aktivitas perkebunan, termasuk membawa hasil panen.

Warga mengatakan keberadaan perusahaan sawit bukan persoalan utama. Mereka justru menilai aktivitas PT BPP telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pada dasarnya masyarakat berterima kasih kepada perusahaan karena keberadaan pabrik sawit ini juga memberikan manfaat dan membuka peluang ekonomi,” kata Didit.

Menurut dia, kedatangan DPRD Babel ke lokasi dilakukan untuk memastikan persoalan yang muncul tidak berhenti pada laporan administratif. Mereka ingin melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.

Dalam pertemuan dengan pihak perusahaan dan warga, DPRD Babel mendorong adanya penyelesaian yang mengakomodasi kepentingan kedua pihak. Hasilnya, PT Bukit Palma Prima menyetujui pembukaan kembali akses jalan tersebut.

Keputusan itu langsung direalisasikan di lokasi. Jalan yang sebelumnya tertutup kembali dapat dilalui warga.

“Alhamdulillah, tuntutan masyarakat dikabulkan perusahaan. Akses ini merupakan jalur utama menuju kebun dan hari ini langsung dibuka,” ujar Didit.

Bagi warga Desa Nangka, pembukaan jalan tersebut menjadi kabar penting. Jalur itu bukan sekadar akses fisik, melainkan penghubung utama bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil perkebunan. (*)