Padapada.id, JAKARTA — Kepastian pemerintah bahwa pasokan gas nasional berada dalam kondisi aman disambut positif Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Namun, menurutnya, tantangan sektor energi saat ini tidak berhenti pada ketersediaan pasokan semata.
Bagi Bambang Patijaya, jaminan pasokan harus berjalan beriringan dengan kebijakan harga yang mampu menjaga daya saing industri nasional.
“Pernyataan pemerintah bahwa pasokan gas nasional dalam kondisi aman tentu menjadi kabar baik bagi dunia usaha,” kata Bambang Patijaya dalam keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.
Politisi Partai Golkar itu menilai gas bumi masih menjadi salah satu komponen biaya produksi yang krusial bagi berbagai sektor industri, mulai dari pupuk, petrokimia, baja, keramik, kaca, hingga industri makanan dan minuman. Karena itu, harga gas memiliki dampak langsung terhadap kemampuan industri nasional bersaing di pasar global.
Menurut dia, pasokan yang melimpah tidak akan memberikan manfaat optimal apabila industri kesulitan memperoleh gas dengan harga yang kompetitif.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan gas tersebut dapat diakses industri dengan harga yang kompetitif agar sektor manufaktur nasional tetap memiliki daya saing di tengah persaingan global,” ujarnya.
Pemilik nama sapaan BPJ ini, menegaskan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang selama ini dinikmati sektor industri strategis perlu dipertahankan keberlanjutannya. Kebijakan tersebut dinilai telah membantu menekan biaya produksi, menjaga tingkat utilisasi pabrik, sekaligus memperkuat posisi produk nasional di pasar domestik maupun ekspor.
Ia menilai keberhasilan pembangunan sektor energi tidak cukup diukur dari peningkatan produksi migas atau terjaminnya pasokan. Lebih jauh, energi harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, dan sumber nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Kita perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi di sektor hulu migas dengan kebutuhan industri dalam negeri. Karena itu, kebijakan gas nasional harus mampu menjamin pasokan yang cukup sekaligus mendukung harga yang kompetitif bagi sektor-sektor strategis penerima HGBT,” kata legislator dari daerah pemilihan Bangka Belitung tersebut.
Selain itu, Bambang Patijaya mendorong pemerintah mempercepat pengembangan lapangan gas baru, memperluas infrastruktur distribusi gas nasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menopang ketahanan industri nasional dalam jangka panjang.
Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI, kata dia, akan terus mengawal kebijakan sektor gas agar selaras dengan agenda hilirisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Ketahanan energi dan ketahanan industri harus berjalan beriringan. Gas bumi harus menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)













