Padapada.id, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mendorong mahasiswa dan civitas akademika Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atmaluhur tidak berhenti menghasilkan karya inovasi. Ia ingin inovasi tersebut dikembangkan hingga memiliki nilai ekonomi dan menjadi platform bisnis yang memberi dampak bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Saparudin saat membuka Atmaluhur Innovation Expo di kampus ISB Atmaluhur, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 30 program inovasi mahasiswa dipamerkan. Sejumlah inovasi telah diterapkan di instansi pemerintah, sektor swasta, dan dunia industri.
“Saya kira dari 30 inovasi mahasiswa tadi, mudah-mudahan ada yang dilanjutkan ke depannya dan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” kata Saparudin.
Ia mencontohkan inovasi perangkat lunak di bidang keuangan. Menurut dia, aplikasi semacam itu tidak semestinya berhenti sebagai proyek akademik. Dengan pengembangan dan perluasan penggunaan, aplikasi tersebut dapat diterapkan di berbagai perusahaan dan berkembang menjadi platform bisnis baru.
“Kalau inovasi itu bisa di-scale up, saya kira akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan bisa menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.
Saparudin mengatakan perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat inovasi menjadi kebutuhan. Teknologi, kata dia, tidak akan memberi manfaat maksimal tanpa kemampuan manusia menciptakan sesuatu yang baru.
“Teknologi informasi dengan artificial intelligence-nya sudah memasuki hampir seluruh sendi-sendi kehidupan manusia,” katanya.
Menurut Saparudin, kreativitas merupakan titik awal, sedangkan inovasi menuntut penciptaan sesuatu yang baru. Bentuknya dapat berupa metode, teknik, maupun strategi yang belum pernah dikembangkan sebelumnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa perkembangan AI telah mengubah dunia kerja. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia mulai digantikan mesin dan sistem otomatisasi.
Namun, Saparudin menilai manusia masih memiliki keunggulan yang tidak mudah digantikan mesin: kemampuan menciptakan sesuatu yang baru.
“Kuncinya adalah inovasi. Mesin AI tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru. AI hanya bisa bekerja secara rasional berdasarkan fakta yang ada. Hanya manusialah yang bisa membuat sesuatu yang baru,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak civitas akademika ISB Atmaluhur menjadikan kampus sebagai ruang untuk terus mencari dan mengembangkan inovasi. Pengembangan tersebut, kata dia, dapat menyasar berbagai bidang, dari pendidikan, kesehatan, dan industri hingga ekonomi serta perbankan.(*)













