PolitikSerba-serbi

BPJ Mengapresiasi Kesigapan Pemerintah Menggandeng Investor Baru dalam Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik

×

BPJ Mengapresiasi Kesigapan Pemerintah Menggandeng Investor Baru dalam Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Jakarta – Langkah cepat pemerintah dalam mendapatkan investor pengganti LG Energy Solution pada proyek pengembangan investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia, mendapat apresiasi dari Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Pemerintah kini menggandeng Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd sebagai mitra.

Cepatnya pemerintah dalam mendapatkan investor pengganti, menurut Bambang Patijaya menandakan pemerintah sangat serius dan memiliki banyak investor potensial.

“Dengan masuknya investor baru Huayou untuk menggantikan LG ini patut kita apresiasi, dan yang kami dengar bahwa Huayou ini juga membawa teknoligi baterai yang baru. Sehingga kita berharap setiap investor yang masuk, itu selalu membawa kebaruan,” ujar Bambang Patijaya ketika dimintakan pendapatnya, Rabu, 30 April 2025.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa proyek investasi kendaraan listrik (EV) tetap berjalan sesuai rencana. Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd akan menggantikan LG Energy Solution yang mundur dari investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa secara keseluruhan proyek tidak mengalami perubahan mendasar. Yang terjadi adalah penyesuaian mitra investasi dalam struktur joint venture (JV).

“Secara konsep, pembangunan dari Grand Package ini tidak ada yang berubah. Infrastruktur dan rencana produksi tetap sesuai dengan peta jalan awal. Perubahan hanya terjadi pada level investor, di mana LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya pada JV 1, 2, dan 3 yang baru, dan telah digantikan oleh mitra strategis dari Tiongkok, yaitu Huayou, bersama BUMN kita,” ungkap menteri asal Papua ini, dalam keterangan resminya.

Bahlil juga menanggapi kekhawatiran publik terkait dampak ketegangan geopolitik dan kondisi ekonomi global terhadap kelangsungan proyek.

“Perlu kami sampaikan bahwa proyek ini tidak terpengaruh oleh dinamika global seperti perang atau ketidakpastian ekonomi. Investasi senilai hampir USD 8 miliar untuk pengembangan tahap berikutnya tetap berjalan. Groundbreaking tahap lanjutan direncanakan dilakukan dalam tahun ini, sehingga tidak ada penghentian atau pembatalan investasi sebagaimana yang mungkin dikhawatirkan masyarakat,” jelas Bahlil.

Secara keseluruhan, Pemerintah kembali menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik.

“Pergantian investor adalah dinamika yang lazim dalam proyek berskala besar. Yang penting bagi kami adalah bahwa semua mitra tetap berkomitmen, dan pemerintah hadir untuk memastikan proses transisi berlangsung lancar. Proyek ini sudah berjalan, sebagian telah diresmikan dan mulai produksi, dan sisanya akan terus kami kawal hingga tuntas sesuai target. Tidak ada yang berubah dari tujuan awal yaitu menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kendaraan listrik dunia,” ujar Bahlil. (*)