Padapada.id, Pangkalpinang – Suhu Kota Pangkalpinang yang terbilang cukup panas, akan berusaha diturunkan Wali Kota Saparudin melalui gerakan menanam banyak pohon. Ibu Kota Negeri Serumpun Sebalai ini harus terasa sejuk.
Dalam soal penghijauan dan menurunkan suhu kota, Prof Udin mengatakan dirinya belajar dari wali kota Surabaya ketika dijabat Risma.
“Saya ingat pernah berkunjung ke Surabaya. Saat itu udaranya panas. Namun, ketika dipimpin Ibu Risma, suhu yang panas perlahan bisa turun sekitar 3 sampai 4 derajat,” kata Prof Udin, dalam FGD Penyusunan Isu Strategis Kota Pangkalpinang dalam penyusunan laporan SLHD tahun 2026, yang berlangsung Kamis, 16 April 2026.
Hal yang akan ditiru dari keberhasilan Surabaya menurunkan suhu udara, menurut Prof Udin, berupa gerakan secara konsisten menanam pepohonan di berbagai area kota. Partisipasi dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung tujuan menjadi Kota Pangkalpinang ini lebih sejuk. Kegiatan gotong royong akan digencarkan. Jenis pohon yang ditanam pun telah dipilih, terutama dari jenis pohon buah untuk makanan burung.
“Ini yang harus dibangunkan kesadarannya bagi kita semua. Saya sudah instruksikan untuk menanam pohon-pohon buah makanan burung, seperti pohon nasi-nasi. Ayo kita tanam,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Prof Udin, Kota Pangkalpinang tak cuma sejuk oleh pepohonan, namun juga ramai dan meriah oleh kicauan burung.
“Kalau banyak pohon buah, burung-burung akan datang sendiri. Bebijian buah yang dimakan burung, akan juga sekaligus nantinya membuat benih buahnya tersebar oleh burung,” tambahnya.
Adapun untuk pepohonan yang saat ini sudah ada, Wali Kota mengimbau kepada warga untuk turut menjaga. “Pohon di pinggir jalan tidak boleh lagi ditebang sembarangan. Jangan sampai gundul. Kalau memangkas, harus terlihat rapi dan estetik,” ujarnya.
Dengan menjadikan kualitas lingkungan yang baik, udara yang bersih, menurut Prof Udin, akan membuat Kota Pangkalpinang menjadi kota yang nyaman bagi semua warga yang tinggal di sini. (*)













