Padapada.id, Bangka — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bangka, Imam Wahyudi, menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai aspirasi masyarakat Desa Nibung yang disampaikan dalam kegiatan reses di Kantor Desa Nibung, Minggu (17/5/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 100 warga tersebut, Imam menerima berbagai masukan terkait persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kesejahteraan perangkat desa, layanan dasar, hingga kebutuhan sarana pendidikan.
Salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga adalah pemotongan gaji perangkat desa dan pegawai yang disebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Warga berharap ada solusi konkret agar penghasilan yang mereka terima dapat kembali normal.
Mendengar langsung keluhan tersebut, Imam memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia sesuai kewenangannya sebagai anggota legislatif tingkat provinsi.
“Insya Allah seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Nibung akan kami serap dan perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap. Kami ingin kehadiran wakil rakyat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Imam Wahyudi.
Selain persoalan kesejahteraan perangkat desa, Imam juga menerima berbagai usulan terkait peningkatan pelayanan publik. Warga mengeluhkan layanan air PAM yang dinilai belum optimal serta mengusulkan pengadaan ambulans gratis untuk membantu kebutuhan kesehatan masyarakat.
Di sektor pendidikan, sejumlah aspirasi turut disampaikan. Pihak KB Pahlawan IV Desa Nibung mengajukan bantuan pembangunan saung sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar, sekaligus bantuan laptop dan printer guna menunjang administrasi sekolah.
Bagi Imam, reses merupakan kesempatan penting untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga dapat disampaikan tanpa perantara sehingga menjadi bahan perjuangan dalam agenda pembangunan daerah.
Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang mereka anggap mendesak, sementara Imam secara langsung mencatat dan merespons setiap masukan yang disampaikan.
Ia menegaskan bahwa hasil reses tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan akan dibawa ke tingkat pembahasan yang lebih lanjut agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan dan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Imam Wahyudi berharap hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat tidak hanya terjalin saat masa pemilu, tetapi terus terbangun melalui komunikasi yang aktif dan berkelanjutan demi mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga.(*)













