Politik

Kunjungi Smelter Freeport Pascaterbakar, BPJ Ingin Memastikan Target Hilirisasi Tercapai

×

Kunjungi Smelter Freeport Pascaterbakar, BPJ Ingin Memastikan Target Hilirisasi Tercapai

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Gresik – Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memimpin kunjungan spesifik ke fasilitas Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur. Kunjungan pada Jumat, 15 November 2024 ini bertujuan memantau perkembangan pembangunan smelter sekaligus mengevaluasi dampak kebakaran yang terjadi pada Oktober lalu terhadap progres proyek strategis tersebut.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana progres pembangunan smelter ini, sekaligus melakukan pengecekan dan klarifikasi atas insiden kebakaran yang sempat menghentikan proses pengerjaan proyek,” ujar Bambang Patijaya dalam keterangan resminya.

Smelter PTFI di Gresik memiliki peran strategis dalam mendukung program hilirisasi tembaga di Indonesia. Saat ini, PTFI mampu mengolah hingga 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dengan rencana peningkatan kapasitas menjadi 1,3 juta ton per tahun. Kapasitas smelter di Gresik sendiri dirancang mencapai 1,7 juta ton konsentrat per tahun, atau sekitar 60 persen dari total kapasitas konsentrat Freeport.

Bambang Patijaya menegaskan bahwa beroperasinya smelter ini akan menjadi tonggak penting dalam mengakhiri ekspor konsentrat tembaga secara penuh.

“Freeport kini 100 persen tidak lagi mengekspor konsentrat. Semua diproses di dalam negeri. Kami juga mencatat bahwa keberadaan smelter ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui circular economy,” jelasnya.

Selain itu, Bambang juga mengapresiasi munculnya investasi lanjutan di sekitar fasilitas smelter, termasuk dari perusahaan asal Tiongkok yang akan memproses katoda hasil produksi PTFI.

“Ini perkembangan yang baik dan menunjukkan potensi investasi lanjutan di sekitar kawasan industri smelter,” tambah legislator pemilik nama sapaan BPJ, asal Fraksi Partai Golkar tersebut.

Bambang menekankan pentingnya kelanjutan program hilirisasi tembaga yang dijalankan PTFI meskipun sempat terganggu oleh insiden kebakaran.

“Kami ingin memastikan bahwa insiden ini ditangani dengan baik, termasuk mitigasi dan rencana ke depan, agar target pembangunan dan operasional smelter tetap tercapai,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)