BeritaPolitik

Pesan BPJ di HUT Babel ke-24: Ekonomi Terpuruk, Bangka Belitung Harus Berbenah

×

Pesan BPJ di HUT Babel ke-24: Ekonomi Terpuruk, Bangka Belitung Harus Berbenah

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Bangka – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Patijaya menyampaikan rasa prihatin atas kondisi perekonomian Bangka Belitung saat ini.

Pada momen Hari Ulang Tahun ke-24 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kondisi ekonomi masyarakat dinilai benar-benar terpuruk. Data Badan Busat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi Babel sangat rendah, hanya 0,13 persen.

“Saya menyampaikan situasi keprihatinan terhadap apa yang kita hadapi dan kita jalani. Kita betul-betul terpuruk secara ekonomi, tetapi mudah-mudahan tidak terpuruk secara mental,” kata Bambang Patijaya, Senin, 25 November 2024.

Menurutnya, banyak hal yang harus dibenahi yakni dengan melakukan perubahan dan perbaikan.

Dikatakannya, lewat Pilkada 2024 ini adalah momentum untuk memulihkan itu semua terhadap apa-apa yang mungkin belum maksimal.

“Kita akan lakukan perubahan, kita akan lakukan perbaikan dan mudah-mudahan masyarakat Babel menyadari itu dan bersama-sama kita bangkit dari keterpurukan,” ujarnya.

Sehingga, kata Bambang yang juga Ketua Komisi XII DPR RI itu, persoalan ekonomi ini dapat diselesaikan secara bersama-sama guna mensejahterakan rakyat dan memberikan rasa keadilan dan keamanan.

“Hal penting lainnya adalah mengoptimalkan pelayanan pemerintah kepadanya masyarakat,” bebernya.

Selain itu, tokoh politik nasional itu juga mengatakan banyak sekali program-program yang bisa disinergikan dengan Bangka Belitung.

Program bersubsidi misalnya, Bambang ingin memastikan bahwa subsidi di bidang energi yang diberikan oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Maka dari itu, fungsi pengawasan akan kita optimalkan,” tegasnya.

Bahkan, Bambang Patijaya juga sudah meminta pihak Pertamina agar tidak lengah dan abai terhadap ketersediaan gas LPG 3 kilogram di tengah masyarakat.

“Program lainnya kita bawa pelan-pelan, banyak sekali yang bisa kita kerjakan ke depan dan sesuai fakta yang ada, sehingga bukan hanya janji-janji atau memberikan harapan yang tidak pasti,” tukasnya. (*)