Padapada.id, Cirebon – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kuartal pertama tahun 2025 terjaga dengan baik. Perencanaan kuota dan penyaluran BBM diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2025.
Hal ini disampaikan Anggota Komite BPH Migas Basuki Trikora Putra saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Migas Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (8/5/2025).
“Tadi kami mendiskusikan bagaimana perkembangan kebutuhan BBM secara nasional di wilayah-wilayah. BPH Migas telah menyampaikan bagaimana realisasi (kuota BBM) sampai dengan kuartal I tahun 2025 telah dijaga dengan baik,” dalam keterangannya yanh dikutip Padapada.id, Jumat, 9 Mei 2025.
Pria yang kerap disapa Tiko ini menegaskan bahwa BPH Migas terus menjaga ketahanan stok BBM nasional bersama dengan Badan Usaha Penugasan. “Kami menjaga ketahanan stok nasional BBM, khususnya bagi PT. Pertamina (Persero), mengingat Pertamina adalah badan usaha yang memang memiliki fasilitas infrastruktur dan produksi yang besar di wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Tiko juga menjelaskan kondisi ketahanan BBM di wilayah Jawa Bagian Barat, dan didapati bahwa kuota untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dalam kondisi memadai.
“Secara keseluruhan Jawa bagian barat, untuk JBT Minyak Solar dan JBKP Pertalite dalam kondisi yang cukup,” terang Tiko.
Kuota BBM subsidi dan kompensasi diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi masyarakat yang berhak, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah setempat. “Diharapkan, kuota (BBM) yang telah ditetapkan melalui APBN ini dapat dijaga dan disalurkan dengan tepat sasaran hingga akhir tahun 2025,” pungkasnya. (*)













