Padapada.id, Pangkalpinang – Momen berjabat tangan, menandai babak akhir perseteruan Agam Dliya Ul-haq dengan Tanwin. Dengan berbesar hati Agam memberi maaf kepada Tanwin yang sempat dilaporkannya ke kepolisian.
Dalam pertemuan keduanya yang berlangsung Selasa, 16 Desember 2025, kedua politisi PKB itu kompak berkemeja putih, dan senyuman mengembang menatap kamera yang mengabadikan momen perdamaian mereka.
Dalam sepucuk surat kesepakatan perdamaian yang ditandatangani kedua pihak itu, Tanwin mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada Agam, dan Agam pun memberi maaf.
Tak cuma itu, Agam juga bersedia mencabut laporan kepolisian yang telah dibuatnya di Polda Babel.
Perseteruan yang sempat terjadi itu, menurut Tanwin menjadi pembelajaran berharga baginya. Apalagi melibatkan sesama partai.
”Dalam hal ini saya minta maaf kepada dek Agam atas apa yang telah terjadi, saya menyampaikan hal ini dari lubuk hati yang paling dalam,” kata Tanwin, dikutip dari video permintaan maaf yang diterima oleh media ini, Selasa, 16 Desember 2025.
Seiring tercapainya kesepakatan damai ini, Agam juga menyatakan, telah memaafkan Tanwin dan memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
”Saya telah melakukan perdamaian dengan saudara Tanwin, dan telah diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya kepada media ini.
Dengan dicabutnya laporan di kepolisian, Agam menegaskan, kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling menuntut secara hukum pidana maupun perdata di kemudian hari.
Ia pun berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama agar komunikasi ke depan dapat terjalin lebih baik.
”Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi tentunya, dan komunikasi yang terbangun dapat lebih baik lagi ke depan, khususnya dalam membesarkan partai dan lain-lainnya,” ujar Agam. (*)













