Lebih dari itu, turnamen ini menjadi bagian dari tekad besar melahirkan pesepakbola andal dari tanah Bangka Belitung.
“Melalui turnamen ini kita ingin membangkitkan kembali semangat sepak bola di Bangka Belitung. Mudah-mudahan dari sini muncul pemain-pemain berbakat yang nantinya bisa membawa nama daerah hingga tingkat nasional,” ujar Prof Saparudin saat membuka turnamen.
Atmosfer pembukaan berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati Stadion Depati Amir untuk menyaksikan laga perdana sekaligus memberi dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing. Antusiasme itu menjadi sinyal kuat bahwa gairah sepak bola di Pangkalpinang mulai kembali hidup.
PKP Cup 2026 juga semakin menarik karena sejumlah klub diperkuat pemain nasional. Kehadiran mereka diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas pertandingan, tetapi juga menjadi motivasi tersendiri bagi pemain muda lokal untuk berkembang dan berani bermimpi lebih tinggi.
Wali Kota menegaskan, pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan kompetisi formal. Menurutnya, turnamen seperti PKP Cup menjadi ruang penting untuk mengasah mental bertanding, disiplin dan kemampuan pemain muda sejak dini.
“Kalau sepak bola daerah ingin maju, maka ruang kompetisi harus terus hidup. Dari lapangan seperti inilah bibit-bibit terbaik akan lahir,” katanya.
Menariknya, turnamen yang akan berlangsung selama dua bulan ini digelar tanpa menggunakan dana APBD. Seluruh pelaksanaan berjalan berkat dukungan sponsor, perusahaan serta semangat gotong royong berbagai pihak.
Di antaranya dukungan datang dari Bank Sumsel Babel, PDAM Pangkalpinang dan sejumlah perusahaan maupun lembaga lainnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap PKP Cup tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga agenda rutin yang mampu memperkuat persatuan sekaligus menjadi panggung lahirnya talenta-talenta sepak bola masa depan dari Bangka Belitung. (*)













