Serba-serbi

Rayakan 15 Tahun Kebangkitan, BEI Pacu Pasar Modal Syariah Indonesia di Level Global

×

Rayakan 15 Tahun Kebangkitan, BEI Pacu Pasar Modal Syariah Indonesia di Level Global

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, JAKARTA — Pasar modal syariah Indonesia tak lagi sekadar pelengkap industri keuangan nasional. Dalam 15 tahun terakhir, sektor ini tumbuh agresif dan kini mulai menatap panggung global dengan percaya diri.

Di tengah tren investasi halal yang terus melonjak, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat langkah besar membangun ekosistem pasar modal syariah yang semakin modern, inklusif, dan mendunia.

Lonjakan investor menjadi bukti nyata. Berdasarkan data AB-SOTS, jumlah investor saham syariah meroket 158 persen dalam lima tahun terakhir. Dari hanya 85.891 investor pada 2020, jumlahnya kini telah mencapai 221.714 investor per Maret 2026.

Momentum ini bertepatan dengan peringatan 15 tahun tonggak kebangkitan pasar modal syariah Indonesia, sejak lahirnya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, hingga implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS).

Mengusung tema “15 Years Rising – Heading Worldwide”, BEI, KPEI, dan KSEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar Elevate 2026 pada 20–23 Mei 2026 di Main Hall BEI. Agenda ini menjadi panggung internasional baru untuk memperkenalkan kekuatan pasar modal syariah Indonesia ke dunia.

Salah satu sorotan utama adalah kolaborasi BEI dengan Redmoney Group melalui penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026 yang menjadi pembuka rangkaian Sharia Investment Week (SIW) 2026.

SIW sendiri telah menjadi agenda unggulan pasar modal syariah nasional sejak 2019. Ajang ini tak hanya menjadi ruang edukasi dan literasi investasi halal, tetapi juga arena konsolidasi investor syariah Indonesia lewat talkshow, expo, hingga berbagai program interaktif.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menegaskan bahwa pasar modal syariah kini semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi yang halal dan berkelanjutan.

Menurutnya, pasar modal syariah bukan lagi sekadar alternatif investasi, melainkan telah berkembang menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan instrumen investasi yang transparan, aman, dan sesuai prinsip Islam.

“Pasar modal syariah bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Irwan dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan, seluruh mekanisme transaksi di pasar modal syariah dibangun berdasarkan prinsip Islam yang menolak unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi). Seluruh instrumen juga wajib berasal dari usaha yang halal serta berada di bawah pengawasan regulator dan fatwa syariah.

Saat ini, saham syariah yang dapat diperdagangkan adalah saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan berkala oleh OJK. Hingga Maret 2026, jumlah efek syariah tercatat mencapai 673 saham atau sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di BEI.

Tak hanya tumbuh dari sisi jumlah investor dan produk, pasar modal syariah Indonesia juga mulai menunjukkan pengaruh kuat di tingkat internasional.

BEI tercatat berulang kali meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA), mulai dari The Best Supporting Institution for Islamic Finance hingga The Best Islamic Capital Market dalam beberapa tahun berturut-turut.

Terbaru, Indonesia sukses meraih GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025. Penghargaan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar modal syariah Indonesia kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu pusat keuangan syariah dunia.

Irwan menilai kekuatan utama pasar modal syariah Indonesia bukan hanya pada sisi bisnis, tetapi juga pada dimensi sosial yang terus berkembang. Inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, hingga sukuk berbasis wakaf dinilai menjadi pembeda yang membuat industri ini lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Pasar modal syariah menggabungkan aspek investasi dan nilai sosial. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ke depan, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pasar modal syariah, industri ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. “Edukasi adalah fondasi. Ketika masyarakat paham, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pada akhirnya pasar modal syariah akan berkembang lebih pesat,” ujar Irwan.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mulai berinvestasi syariah maupun mengikuti berbagai program dan kompetisi berhadiah dari BEI, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://idxislamic.idx.co.id/ atau akun Instagram https://www.instagram.com/idxislamic/. (*)