Padapada.id, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyampaikan keluhan masyarakat penambang terkait belum naiknya harga timah di tingkat mitra, meski harga timah dunia disebut sudah mengalami kenaikan. DPRD meminta manajemen PT Timah menepati komitmen yang pernah disepakati dengan masyarakat, dalam rapat yang berlangsung Jumat, 20 Februari 2026 di Ruang Banmus DPRD Babel.
Didit menjelaskan, tuntutan tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan antara Direktur Utama PT Timah dengan perwakilan masyarakat pada 8 November 2025, pasca aksi unjuk rasa. Saat itu, PT Timah berjanji akan menyesuaikan harga timah di tingkat mitra apabila harga timah dunia naik.
“Kesepakatannya jelas, kalau harga timah naik, maka harga di tingkat masyarakat mitra juga harus naik. Tapi fakta di lapangan, sampai sekarang harganya belum naik,” ujarnya.
Keluhan ini datang dari perwakilan masyarakat di Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Kabupaten Bangka. Menurut Didit, kondisi tersebut semakin membebani penambang, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Ia meminta PT Timah menunjukkan kepedulian terhadap mitra yang selama ini memasok bijih timah ke perusahaan. “Saya minta tolong kepada Pak Dirut, hargai masyarakat. Mereka sudah setengah mati memberikan timah kepada perusahaan, tolong harganya juga dinaikkan. Apalagi ini mau Lebaran,” tegasnya.
Didit menambahkan, DPRD sering menerima keluhan serupa dari masyarakat. Ia khawatir, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, dapat memicu kekecewaan yang lebih besar di kalangan penambang. Menurutnya, jika ada mitra yang melanggar aturan, perusahaan bisa memberikan sanksi, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menahan kenaikan harga bagi mitra lain yang patuh.
DPRD Babel kini menunggu undangan resmi dari PT Timah untuk membahas persoalan tersebut secara langsung. Didit berharap ada solusi konkret agar harga timah di tingkat masyarakat segera disesuaikan dengan kondisi pasar. “Harapan kami sederhana, buka hati nurani dan sesuaikan harga timah di tingkat bawah. Itu yang ditunggu masyarakat,” pungkasnya.(*)













