Padapada.id, TEMPILANG — Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Heryawandi, menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlangsungan sektor pertanian di Dusun Kamat, Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Komitmen itu disampaikan saat menggelar reses Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026, Sabtu (16/5/2026).
Di hadapan para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Heryawandi menyoroti pentingnya menjaga lahan persawahan seluas 102 hektare yang selama ini menjadi salah satu penyangga produksi pangan masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut dia, keberadaan lahan sawah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, lahan produktif yang saat ini dikelola sekitar 200 kepala keluarga harus tetap dipertahankan dari ancaman alih fungsi.
“Kita berharap sawah seluas 102 hektare ini tetap terjaga dan terus produktif. Yang terpenting adalah bagaimana hasil panen masyarakat bisa meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Heryawandi.
Ia mengakui tingginya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat ini menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk beralih ke sektor perkebunan. Namun, menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh mengabaikan keberlangsungan sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam dialog bersama warga, Heryawandi juga mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani. Mulai dari keterbatasan pupuk subsidi, sulitnya memperoleh BBM subsidi untuk operasional mesin penggiling padi, hingga persoalan banjir yang kerap merendam lahan pertanian akibat kondisi sungai yang membutuhkan normalisasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Heryawandi memastikan aspirasi masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan reses semata. Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor pertanian, ia berjanji akan mengawal kebutuhan petani melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.
Untuk persoalan pupuk subsidi, Heryawandi menyatakan akan mendorong penambahan kuota agar kebutuhan petani di Dusun Kamat dapat terpenuhi. Sementara terkait BBM subsidi, ia mengungkapkan tengah menyiapkan skema kerja sama dengan SPBU agar petani memiliki akses khusus melalui sistem barcode.
“Nanti akan ada kerja sama khusus dengan SPBU untuk BBM subsidi petani padi. Dari dinas juga akan membantu prosesnya sehingga kebutuhan petani bisa lebih terjamin,” katanya.
Tak hanya itu, Heryawandi juga langsung merespons kebutuhan petani terkait peningkatan produktivitas padi. Menindaklanjuti usulan pemerintah desa mengenai bantuan benih unggul, Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Kepala Bidang Perkebunan M. Isa menyatakan siap menyalurkan bantuan bibit padi gratis kepada masyarakat.
Bagi Heryawandi, dukungan terhadap petani tidak cukup dilakukan melalui bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah memastikan ekosistem pertanian tetap berjalan, mulai dari ketersediaan benih, pupuk, BBM, hingga infrastruktur pendukung seperti sistem irigasi dan pengendalian banjir.
“Kalau petani mendapat dukungan yang memadai, produktivitas akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat. Ini yang akan terus kami perjuangkan,” tegasnya.
Melalui reses tersebut, Heryawandi tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menunjukkan upaya konkret untuk menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah. Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan dinamika harga komoditas, ia menilai sektor pertanian tetap harus menjadi prioritas pembangunan daerah. (*)













