Politik

Tahun 2025 Pertumbuhan Ekonomi Babel Akan Membaik, BPJ Ungkap Penyebabnya 

×

Tahun 2025 Pertumbuhan Ekonomi Babel Akan Membaik, BPJ Ungkap Penyebabnya 

Sebarkan artikel ini

Padapada.id, Jakarta – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya optimis di tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung akan membaik. Sektor pertimahan yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, segera kembali menggeliat.

Optimistis tentang keadaan perekonomian Bangka Belitung ini, dikemukakan Bambang Patijaya ketika menanggapi pertanyaan yang dikemukakan newsanchor ketika menjadi narasumber acara Closing Bell yang disiarkan langsung stasiun televisi CNBC Indonesia, Selasa sore, 10 Desember 2024.

Ketika itu, newsanchor bertanya tentang kondisi Bangka Belitung yang menjadi daerah pemilihan (dapil) dari Ketua Komisi XII DPR RI ini. Diketahui, Babel saat ini menjadi perhatian publik, sejak penanganan kasus hukum berkaitan dengan pertimahan.

Diterangkan BPJ, di tahun 2024 ini karena situasi tertentu dari penegakan hukum pertimahan, Ditjen Minerba belum mengeluarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB yang diajukan perusahaan pertambangan.

“Kurang lebih 30.000 ton timah dari RKAB-RKAB yang tidak dikeluarkan di tahun 2024 ini. Dengan harga LME sekarang di kisaran 28-29 ribu US dollar per ton, itu setara dengan kurang lebih Rp 15 triliun uang yang hilang dari peredaran,” ujar BPJ.

Karena kondisi geografis dan demografis Bangka Belitung yang tidak besar, BPJ menegaskan hilangnya peredaran uang Rp 15 triliun itu, sangat berdampak pada perekonomian.

BPJ lantas merujuk pada data pertumbuhan ekonomi Babel yang di triwulan ketiga 2024 ini di bawah 1 persen atau hanya ada di angka 0,13 persen saja. Angka ini jelas rendah.

Dia lalu menyampaikan optimistisnya untuk perbaikan Babel ke depan. Di antaranya, dengan telah diprosesnya penanganan hukum kasus pertimahan, ditambah dengan adanya pergantian pemerintahan di tingkat provinsi yang ditandai dengan terpilihnya gubernur baru di Babel. Hal demikian dapat menjadi momentum untuk penataan pertambangan, dan berujung pada perbaikan perekonomian daerah.

“Saya sudah berbicara kepada Menteri ESDM, Bapak Bahlil, untuk tahun 2025 ketika proses hukum ini sudah dijalani semua, ketika kita ada pemerintahan baru, ada gubernur baru, kita tata ulang untuk masa depan yang lebih cerah. Sehingga RKAB yang tertahan itu, bisa dikeluarkan. Sehingga dengan demikian, timah sebagai backbone perekonomian Bangka Belitung itu kembali dapat bergeliat, ini bisa memberikan multiplier effect ekonomi. Sehingga ekonomi dapat berjalan,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)